Menyesuaikan Jumlah TPS yang Berkurang

DEMAK-Jumlah anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Jateng terkait pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang, dipastikan susut 20 persen dibanding saat pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April lalu. Penyusutan tersebut terjadi karena menyesuaikan jumlah TPS yang berkurang.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Linmas Provinsi Jateng, Noor Hadi disela simulasi pengamanan TPS di Lapangan Setda Pemkab Demak, kemarin. Menurutnya, se-Jateng ada 875 personel Linmas. Jumlah tersebut dibagi untuk 6 eks karesidenan, termasuk Karesidenan Semarang meliputi Demak.
Meski jumlah itu akan berkurang saat pilpres mendatang, namun tidak akan mempengaruhi sistem dan pola pengamanan di lapangan. Sebab, Linmas akan dibantu aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP. “Untuk penyusutan jumlah Linmas, kami masih menunggu kepastian jumlah TPS yang ada. Hingga sekarang belum ada kejelasan berapa TPS di Jateng untuk Pilpres ini,” jelasnya.
Dia menuturkan, secara keseluruhan Linmas di Jateng ada 77.500 orang. Namun, tidak semua dikerahkan untuk Pilpres. Hanya saja, untuk kesiapan mereka tetap dilatih keterampilan. Dari 35 kabupaten dan kota di Jateng, anggota Linmas yang dikirimkan untuk mengikuti pembekalan keterampilan setiap angkatan sebanyak 7 ribu personel. Sedangkan, setiap kabupaten dan kota mengirimkan 200 orang personel. “Mereka dilatih secara bertahap,” katanya.
Menurut Noor Hadi, dalam pengamanan Pileg lalu maupun Pilpres nanti, seluruh proses persiapan pengamanan termasuk pembekalan dianggarkan APBD Jateng senilai Rp 15 miliar.
Kepala Kesbangpolinmas Pemkab Demak, Taufik Rifai menambahkan, simulasi pengamanan Pilpres tersebut berasal dari eks Karesidenan Semarang. “Ada 125 orang personel Linmas dan 25 lainnya dari Satpol PP,” katanya. Apel siaga ini diperlukan untuk mengasah kemampuan Linmas agar lebih mahir dalam pengamanan Pilpres.(hib/ida)