TEMANGGUNG–Jajaran Satreskrim Polres Temanggung berhasil menangkap kawanan pencuri spesialis hewan ternak. Hasil pemeriksaan menunjukkan kawanan lintas kecamatan ini telah melakukan aksi pencurian di beberapa tempat.
Ketiga tersangka masing-masing Rohmad Khaeroni, 42, warga Dusun Krajan, Desa Karangtejo, Kecamatan Kedu; Subakir alias Bagong, 41, warga Desa Balekerso, Kecamatan Jumo dan Haryanto, 46, warga Desa Banaran, Kecamatan Gemawang. “Benar bahwa kami telah menangkap atas nama tersebut,” kata Kapolres Temanggung, AKBP Dwi Indra Maulanan melalui Kasubbag Humas PPID, Kompol Djumianto.
Ia mengatakan, tertangkapnya kawanan pencuri ternak ini berawal dari keresahan masyarakat, sebab banyak hewan dicuri. Rohmad dan kawan-kawan dibekuk di rumah masing-masing. “Berawal dari keresahan tersebut kemudian kami melakukan penyelidikan dan mengarah pada tiga orang tersebut,” paparnya.
Laporan korban Wahyudi, 46, warga Dusun Ringinsari, Desa Kebonsari, Kecamatan Wonoboyo yang kehilangan seekor sapi menjadi titik terang sepak terjang kelompok Rohmad. Hasil penyelidikan mengarah pada pelaku.  “Kronologinya dari kegelisahan masyarakat yang sering kehilangan ternak, maka kami bangun jaringan informasi. Setelah yakin dengan targetnya,  kita tangkap Rohmad, menyusul kawan-kawannya, tapi satu orang masih dalam pengejaran,” katanya. 
Menurut dia, Rohmad bersama Marwoto merupakan otak, sedangkan, Subakir berperan sebagai sopir yang mengemudikan truk pengangkut ternak curian.  Adapun, Haryanto merupakan pemetik yang kemudian menjual hewan-hewan ternak itu di Banjarnegara. 
Kepada wartawan Rohmad mengaku, sudah empat kali mencuri ternak seperti sapi dan kambing. Dua kali mencuri kambing di wilayah Kecamatan Tretep, satu kali mencuri sapi di Kecamatan Wonoboyo, dan satu kali di Kecamatan Temanggung.  
Hewan ternak curian dijual dengan harga antara Rp 2 juta sampai Rp 4,5 juta. Uang hasil penjualan ternak curian digunakan untuk foya-foya di tempat hiburan malam di kawasan wisata Bandungan, Kabupaten Semarang. “Kami gunakan untuk ke Bandungan,” akunya.
Kini para tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Temanggung. Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya, tujuh tahun penjara.(zah/lis)