Aksi Kekerasan Pedagang Pasar Tiban

PEKALONGAN–Bentrok antara pedagang pasar tiban di Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Veteran dengan petugas Satpol PP, Kota Pekalongan, pada Kamis, (7/5) sore kemarin, tak terelakkan. Akibatnya, dua ban roda mobil Satpol PP digembosi, kap depan penyok. Dua petugas Satpol PP terluka dan beberapa pedagang terluka karena terkena cairan cabai.
Kejadian itu bermula dari mobil patroli Satpol PP Kota Pekalongan sengaja yang diparkir di Jalan Tentara Pelajar saat melakukan penertiban. Sedangkan pedagang ngotot hendak berdagang di jalanan tersebut. Petugas Satpol PP pun tidak mau memindahkan mobil patroli tersebut, hingga akhirnya terjadi adu mulut dengan Pedagang.
Lantaran tersulut emosi, para pedagang merusak mobil Satpol PP. Dan aksi kekerasan pun tak terhindarkan. Dua ban roda mobil Satpol digembosi dan kap depan penyok. Dua petugas Satpol PP terluka, terkena sabetan pipa besi dari pedagang pasar tiban. Sedangkan beberapa pedagang karena terkena cairan cabai yang dibawa pedagang lainnya.
Endang, 34, warga Kelurahan Bendan, Kecamatan Pekalongan Barat mengungkapkan bahwa pedagang tersulut emosi karena petugas Satpol PP tidak mau memindahkan mobil patrolinya di Jalan Veteran. ”Kalau mobil patroli Satpol PP mau dipindah, saya yakin tidak terjadi bentrokan,” kata Endang.
Sedangkan Ketua Persatuan Pasar Tiban Bersatu, Arif Fiyanto mengatakan bahwa keberadaan mobil Satpol PP di lokasi berdagang tersebut diduga sengaja, untuk mencegah pedagang membuka lapaknya. “Kami menduga itu sengaja. Awalnya teman-teman sudah memberikan kelonggaran dengan meminta Satpol PP menarik mundur mobil tersebut, tapi tidak dihiraukan, sehingga tersulut emosi. Kami sudah berupaya meredamnya. Kalau tidak diredam, bisa jadi mobil tersebut dibakar atau digulingkan oleh teman-teman,” kata Arif.

Sementara itu, Kepala Satpol PP, Yos Rosyidi SIP, menyatakan bahwa pihak pedagang yang memulai bertindak anarkis dalam setiap aksinya. “Mereka bertindak anarkis,” kata Yos dengan nada emosi.
Yos menegaskan, akibat aksi anarkis pedagang tersebut, dua anggotanya terluka. Satu anggota terluka parah di kepala, karena terkena sabetan besi yang dibawa pedagang. Satu pedagang lainnya terkena cairan cabai di bagian mata. “Cairan cabai tersebut, dibawa oleh pedagang. Meski akhirnya, pedagang sendiri, yang terkena cairan cabai tersebut,” tandasnya. Kendati begitu, tandasnya, upaya relokasi harus tetap dilakukan, karena negara tidak boleh kalah dengan preman. (thd/ida)