WONOSOBO – Pegawai negeri sipil (PNS) Bangun Wijiatmaka, 46, yang ditangkap petugas Satreskrim Polres Wonosobo lantaran terlibat judi, ternyata belum lama bertugas di Satpol PP Kabupaten Wonosobo. Disebut, ia baru bertugas selama 2 pekan, bahkan bertugas di Satpol bagian dari menjalani sanksi disiplin karena melakukan pelanggaran sebelumnya.
“Yang bersangkutan memang di kantor Sapol PP, namun baru sekitar 2 pekan bertugas dalam proses pembinaan indisipliner,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Wonosobo, Suwondo Hartoko kepada Radar Semarang, kemarin (8/5).
Suwondo menyebutkan, Bangun Wijiatmaka sebelumnya merupakan PNS bertugas di Kecamatan Kepil menduduk posisi kepala seksi pemerintahan, berdasarkan keterangan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sekitar tiga bulan sebelum awal April, sering mangkir kerja.
“Dari kondiri itu, yang bersangkutan kena sanksi, kemudian dimasukan di Satpol PP untuk mendapatkan pembinaan,”katanya.
Dikatakan, surat perintah masuk Satpol PP sebenarnya pada 5 April, namun baru sekitar dua pekan lalu, Bangun mulai masuk kerja di Satpol PP nonjob alias tidak mempunyai jabatan. Meskipun yang bersangkutan masuk kategori pegawai eselon 4.  Sepanjang bekerja di Satpol PP diberi tugas membantu pekerjaan kantor, seperti mengantar surat dan jenis pekerjaan lain.
“Sebelumnya ia menjabat kepala seksi, karena kena sanksi dimasukan Satpol PP untuk pembinaan supaya disiplin,” imbuhnya.
Namun, kata Suwondo, baru bekerja selama dua pekan, Sabtu (3/5) siang dia menerima telepon dari Kuspriyanto. Setelah telepon diangkat ternyata yang berbicara Bangun. Dari saluran telepon itu, Bangun menyampaikan kalau dirinya ditangkap polisi lantaran terlibat judi.
“Mendapatkan telepon itu saya kaget. Karena dia dalam masa pembinaan, malah terlibat kasus judi,” tandasnya.
Suwondo menambahkan, setelah kasus ditangani polisi, pihaknya memang belum mengelurkan surat nonaktif terhadap Bangun. Pihaknya masih menunggu proses penyidikan kasus serta menunggu surat keterangan dari kepolisian.
“Kami akan lakukan sesuai prosedur. Kami cuma meluruskan bahwa yang bersangkutan masuk Satpol PP dalam masa pembinaan,” pungkasnya. (ali/lis)