DBD Mewabah, 8 Anak Dirawat

133

KROBOKAN—Sebanyak 8 anak dan balita di wilayah Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Mereka harus dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang.
Anggota Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Krobokan, Seksi Gotong Royong, Jumarsih mengatakan, 5 anak dan balita yang terserang DBD tersebut tinggal di wilayah RT 3 RW I serta 3 anak lainnya di RW II. “Memang yang paling banyak itu masuk di wilayah RT 3 RW I,” katanya.
Anak yang terjangkit virus DBD di RT 3 RW I adalah Muhammad Habsi Hafid, 14, Abinawa Rahmanullah, 2, yang merupakan kakak beradik. Kemudian Jorgi Satria Erlangga, 8, Echa Puspa Pramusari, 4, serta David Nor Ihsan, 14. Sedangkan di wilayah RW II adalah Rizki, Hanif, 13 serta Tegar, 6 bulan.
“Mereka itu masih satu kampung dan jarak rumahnya berdekatan,” kata Jumarsih. Anak dan balita ini sempat dirawat di RSUD Adhyatma Tugurejo da RS Telogorejo Semarang.
Akibat kejadian ini, pada 5 Mei lalu wilayah RT 3 RW I dan RW II telah diasapi (fogging). Pengasapan lanjutan akan dilakukan pada 12 Mei mendatang. “Fogging itu dilakukan sebanyak dua kali untuk mematikan jentik nyamuk Aedes Aegepty sebagai penyebab terjangkitnya DBD,” akunya.
Ketika disinggung tentang pemeriksaan jentik, Jumarsih mengaku sampai saat ini pemeriksaan masih dilakukan. Bahkan petugas mengunjungi satu persatu rumah warga untuk diperiksa.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah meminta masyarakat untuk giat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Misalnya dengan kerja bakti di lingkungan sekitar, gotong royong membersihkan sampah, selokan dan terutama melakukan 3M plus. (hid/ton)