Sanksi Tunggu Putusan Pengadilan

97

WONOSOBO – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonosobo belum bisa menentukan sanksi kepada dua pegawai negeri sipil (PNS) yang dicokok petugas Polres Wonosobo, lantaran terlibat judi. Sanksi terhadap Kuspriyanto, 59, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Kertek dan Bangun Wijiatmaka, 46, Satpol PP Kabupaten Wonosobo itu, baru diberikan setelah ada putusan pengadilan.
“Kami belum bisa menentukan sanksi kepada yang bersangkutan. Sesuai dengan aturan, sanksi baru diberikan setelah kasus inkrah (memiliki ketetapan hukum pokok, Red ),”kata Kabid Umum Kepegawaian BKD Wonosobo, Sulistiyani.
Menurut Sulistiyani, sanksi pelanggaran terhadap PNS, sesuai dengan aturan diberikan secara berjenjang. Meski sudah tertangkap tangan berjudi, dua orang tersebut, Kuspriyanto dan Bangun Wijiatmaka, dan sudah ditahan oleh Polres Wonosobo, pihaknya belum bisa memberikan sanksi.
“Kalau kasus sudah inkrah, baru menjadi dasar dalam menentukan sanksi,”katanya.
Sulistiyani mengatakan, lantaran kedua PNS ini tengah menjalani proses hukum dan ditahan, akan diberikan surat nonaktif. Namun BKD juga belum bisa mengeluarkan SK nonaktif tersebut, karena dari dua SKPD yang menjadi tempat kedua PNS bekerja belum memberikan surat kepada BKD.
“Dasar kami dalam memberikan surat nonaktif, setelah pimpinan dari kedua PNS bekerja memberikan surat keterangan, begitu jenjangnya,”katanya.
Terpisah Camat Kertek M Najib menyebutkan bahwa tersangka Kuspriyanto tercatat sebagai Kasi Trantib Kecamatan Kertek. Pihaknya mengaku kaget saat ada berita penangkapan terlibat kasus judi terhadap bawahannya itu.
“Yang bersangkutan selama ini disiplin, pekerja keras dan selalui menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” ujarnya.
Najib mengatakan, selain pekerja keras di kantor, Kuspriyanto juga dikenal pandai berwirausaha. Di luar jam kerja dia mempunyai bisnis sebagai jasa penggergajian kayu.
“Kegiatannya selama ini positif-positif saja, sehingga membuat kami kaget saat tertangkap polisi,” imbuhnya.
Untuk sanksi terhadap yang bersangkutan, Najib mengatakan akan mengikuti proses sesuai dengan prosedur. “Karena sebagai PNS dan sudah ada aturannya, maka kita mengikuti prosedur saja dalam proses ini,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Suwondo, belum bisa dihubungi oleh koran ini. berdasarkan informasi yang dihimpun Bangun Wijiatmaka, belum lama mengantor di Satpol PP Kabupaten Wonosobo. Sebelumnya merupakan pegawai di salah satu kecamatan di Wonosobo. Namun karena sering mangkir tidak masuk kantor, sekitar 2 pekan ini, kena sanksi dijadikan staf di Satpol PP.(ali/lis)