Menyaru Kasek, Tipu Wali Murid

98

MAGELANG– Aksi tipu-tipu dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab yang mengaku sebagai kepala sekolah SMP N 1 Kota Mgelang. Salah satu wali murid nyaris tertipu daya saat dimintai sejumlah uang.       
Calon korban penipuan itu adalah Khusnul Jariyah, 43, orang tua siswi. Dia mengaku  dihubungi melalui telepon oleh seseorang laki-laki yang mengaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Kota Magelang.       
Ketika itu, oknum yang mengaku bernama Kunadi tersebut memberitahu bahwa anaknya menderita sakit di sekolah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
”Orang itu mengatakan kalau anak saya dibawa ke RS Lestari Raharja, karena sakit. Kemudian saya diminta mentransfer uang untuk membayar biaya rumah sakit yang mendesak,” ungkapnya, kemarin.     
Karena curiga, dia segera menuju RS Lestari Raharja untuk mengecek kebenarannya. Sesampai di lokasi, ia tidak mendapati anaknya.  “Setelah itu saya langsung mengecek di sekolah dan ternyata anak saya ada dalam kondisi baik-baik saja. Kejadian ini saya ceritakan ke guru sekolah. Saya diminta tidak percaya begitu saja, karena ada beberapa kejadian serupa sebelumnya,” katanya.
Beruntung dia tidak sampai mengeluarkan uang sepeser pun seperti yang diminta pelaku. Tapi, ini menjadi perhatian bersama bagi orang tua bahwa modus seperti ini perlu diwaspadai dan jangan mudah percaya.       
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang, Kunadi, mengaku tidak mengetahui adanya percobaan penipuan yang mencatut namanya tersebut. Namun, ia tidak menampik kalau aksi penipuan kerap terjadi di dunia pendidikan.
“Kasus yang dialami ibu Khusnul, saya belum mendengarnya. Tapi, ada kejadian mirip yang menimpa beberapa rekan di sekolah lain. Modusnya, sekolah ditelepon seseorang yang mengaku dari pusat bahwa sekolah bersangkutan mendapat dana bantuan asalkan sekolah menyetor sejumlah uang,” urai Kunadi.     
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Magelang Kota, AKBP Tommy Arya Dwianto mengatakan belum ada laporan dari calon korban terkait kasus penipuan itu. Sejauh ini laporan yang masuk ke polres setempat baru berupa kasus dalam taraf percobaan dan calon korban belum mengalami kerugian materiil.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya para orang tua untuk waspada apabila menerima telepon dari orang tak dikenal yang menginformasikan berita musibah. “Apakah kecelakaan maupun penculikan,” kata Tommy.       
Termasuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan tertentu yang mengabarkan kalau si penerima telepon memenangkan undian dan sebagainya. (vie/lis)