Garuda Optimalkan Pelayanan Cargo

155

SEKAYU – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengoptimalkan salah satu sektor usahanya, yakni pelayanan cargo. Pelayanan cargo yang sebenarnya bukan sektor usaha baru di maspakai ini, masih bisa dioptimalkan lagi untuk menghasilkan pendapatan yang lebih dari yang selama ini didapat dari sektor ini.
General Manager PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Cabang Semarang Flora Izza mengatakan, pengoptimalan sektor cargo ini di antaranya dengan pengantaran barang langsung sampai ke tujuan, tidak sekadar dari bandara ke bandara.
“Kalau sebelumnya untuk cargo kami hanya melayani dari airport ke airport, sekarang lebih berkembang. Dengan menggandeng mitra, pelayanan cargo ini sudah bisa ke tujuan, door to door,” ujarnya dalam pertemuan BUMN Marketeers Club di Novotel, kemarin (7/5).
Menurutnya, sektor ini cukup potensial untuk dikembangkan, mengingat Garuda melayani sembilan penerbangan dari kota Semarang ke beberapa ibukota provinsi lainnya. Selain itu, waktu pengiriman yang lebih singkat juga memungkinkan komoditas yang diangkut lebih bervariasi. “Seperti kita ketahui, lalu lintas jalan darat sudah padat dan biaya juga tinggi. Pelayanan cargo melalui udara bisa menjadi alternatif,” ungkapnya.
Satu kali penerbangan pelayanan cargo ini bisa membawa hingga sekitar 3,5 ton barang. Di Semarang sendiri, sebagian besar komoditas yang dikirim berupa produk-produk hasil laut untuk diekspor ke Kuala Lumpur atau Singapura. “Khasnya kota ini memang produk laut, berbeda dengan kota tetangga lainnya. Jadi memang sebagian besar hasil laut, sedangkan untuk produk pertanian, furniture maupun tekstil masih minim,” ujarnya.
Sejauh ini, lanjutnya secara keseluruhan dari sembilan penerbangan tersebut, untuk pelayanan cargo baru terisi sekitar 25 persen. Sebagian besar melakukan pengiriman dengan penerbangan pagi maupun malam. Hal ini karena pengguna jasa sebagian merupakan agen-agen yang mengumpulkan dulu barang yang akan dikirim. Biasanya, pengiriman cargo lebih banyak untuk penerbangan pagi dan malam, untuk siang hanya beberapa persen saja. Dengan demikian pengangkutan cargo melalui pesawat masih sangat potensial karena kapasitas pesawat Garuda cukup besar. (dna/smu)