Drainase Sekunder dan Tersier Masih Bermasalah

15

BALAI KOTA- Pemerintah Kota Semarang diminta segera membenahi sistem drainase tersier dan sekunder yang menuju sistem drainase Kali Semarang. Tanpa kelancaran di saluran tersebut, banjir masih akan terus mengancam sejumlah wilayah di Kota Atlas ini.
Menurut Kepala Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (Satker PPLP) Suharsono Adi Broto, dari hasil evaluasi ujicoba sistem pompa dan kolam retensi Kali Semarang, elevasi air di Kali Semarang telah mengalami penurunan hingga 2,4 meter. Sayang, justru di saluran sekunder, masalah belum beres. “Sehingga genangan air saat ini masih terjadi di beberapa lokasi langganan banjir saat hujan,” katanya, kemarin (7/5).
Untuk memaksimalkan fungsi menangani banjir dan rob, saluran tersier dan sekunder harus dibenahi. Pembenahan ini merupakan tanggung jawab Pemkot Semarang. Untuk itu, Satker PPLP merekomendasikan supaya pemkot membenahi setidaknya 4 saluran tersier dan sekunder di sekitar Kali Semarang. Empat saluran tersebut adalah sistem Bulu drain, sistem Mberok, saluran Jalan Hasanudin, dan Palgudani. “Jika keempat saluran sudah lancar kami optimistis banjir yang biasa melanda di kawasan Tanah Mas, Kota Lama, Semarang Utara dan Timur dapat diatasi,” ujarnya.
Selama ini, lanjut Suharsono, air terus menggelontor dari Pasar Bulu langsung sampai ke Bulu drain, sehingga kapasitasnya berlebih dan meluap. “Harusnya diputus di sistem Palgunadi, kemudian dari Palgunadi dilarikan alirannya ke Kali Asin. Terus yang dari barat ikutnya ke bawah atau sistem Bulu drain,” terangnya.
Sistem Bulu drain, kata Suharsono, harus dikeruk karena terjadi sedimentasi. Supaya genangan air di daerah Tanah Mas bisa mengalir secara gravitasi ke sistem Bulu drain. “Di daerah Jalan Hasanudin juga harus dilakukan sinkronisasi saluran tersier dan sekunder,  supaya airnya mengalir ke saluran primer yaitu Kali Semarang,” imbuhnya.
Dia menambahkan, saat ini kegiatan di Hasanudin itu sudah dilakukan oleh pemkot. Diharapkan pemkot segera melanjutkan kegiatan di saluran Mberok. “Selama ini di Kota Lama masih tergenang air saat hujan, karena koneksitas salurannya masih terganggu dengan sistem Kali Semarang,” katanya.
Sedangkan untuk pengerukan sedimentasi Kali Semarang yang menjadi wewenang Satker PPLP, akan dilakukan menunggu perintah dari JICA. Saat ini air Kali Semarang masih dipompa dan setelah ‘kering’ baru bisa mengeruk sedimen yang ada. Diharapkan bulan Mei ini perintah tersebut sudah turun sehingga bisa segera dikeruk.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM) Kota Semarang, Nugroho Joko Purwanto, memastikan segera akan menindaklanjuti rekomendasi Satker PPLP. “Empat saluran sekunder tersebut akan menjadi prioritas untuk ditangani,” ujarnya.
Pihaknya saat ini masih menginventarisir drainase tersier dan sekunder yang masuk ke Kali Semarang. Drainase tersebut akan dilakukan pengecekan supaya air bisa masuk ke Kali Semarang dengan sistem gravitasi.(zal/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here