SALATIGA—Kabar mengenai klaim RSUD Salatiga ke Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) yang belum terbayarkan mencapai angka Rp 7 miliar membuat kalangan dewan gerah. Mereka segera memanggil direksi RSUD untuk memastikan mengenai kondisi keuangan badan layanan umum milik Pemkot tersebut.
“Iya, kita akan segera memanggil RSUD untuk mendapatkan penjelasan langsung mengenai kondisi keuangan saat ini. Apakah benar–benar mengkhawatirkan dan berimbas ke pelayanan,” imbuh Sekretaris Komisi I DPRD Septa Maya Hidayati, Rabu (7/5).
Dewan juga akan meminta klarifikasi mengenai benar tidaknya ada oknum pejabat yang meminta layanan istimewa melalui nota dinas atau disposisi. Menurutnya, semua harus berjalan sesuai dengan regulasi yang ada dan tidak dibenarkan ada disposisi untuk melanggar regulasi. “Jika benar ada disposisi, maka kami akan minta RSUD untuk menyebutkan dan akan kami umumkan ke publik agar tidak terulang,” ujar perempuan berkerudung itu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tagihan atau klaim yang diajukan RSUD tidak bisa segera terbayarkan karena harus melalui proses validasi yang membutuhkan waktu cukup lama. Waktu validasi bisa mencapai 2-3 bulan setelah mengajuan klaim. (sas/ton)