Tekan Angka Kecelakaan Tanamkan Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini 

Angka kecelakaan di jalan raya di Indonesia cukup tinggi, mencapai 1,3 juta orang tahun. Untuk menekan angka kecelakaan, Polda Jawa Tengah mengenalkan sistem pembelajaran sejak dini tertib lalu lintas (lalin) kepada anak-anak. Kemarin (7/5) kampanye pelopor keselamatan itu dihelat di Alun-Alun Wonosobo.

Kampanye pelopor keselamatan lalu lintas sejak dini, diberikan kepada anak-anak siswa SD. Ratusan pelajar sejak pagi mengikuti berbagai rangkaian acara. Di antaranya naik mobil polisi, mengetahui rambu-rambu hingga bermain game di dalam bus bertitel zebra cendekia. Di dalam bus ini, terdapat meja dan komputer berisi game bertema tentang tata tertib lalu lintas. Jenis permainan ini, diminati para siswa hingga rela antre panjang untuk bisa menikmati jenis game ini.
Menurut Kepala Seksi Diknas Ditlantas Polda Jateng Kompol Aidil, tak kurang dari 1,3 juta orang Indonesia meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Bila dirata-rata per hari, angka itu menjadi 84 orang, atau ekuivalen dengan 3 orang di setiap jamnya.
“Faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan, ada pada manusia sendiri,”katanya.
Menurutnya, kesadaran untuk berlalu lintas dengan benar, serta rendahnya kedisiplinan untuk menaati peraturan yang berlaku di jalan raya, membuat jumlah korban yang meregang nyawa di jalanan sulit berkurang.
“Kegiatan ini, bagian dari kampanye pelopor keselamatan lalu lintas dengan sasaran anak-anak, Polda Jateng menjadi pilot projek nasional,” ujarnya.
Kompol Aidil menjelaskan, dipilihnya siswa sekolah dasar bertujuan untuk menanamkan kesadaran tentang lalu lintas sejak dini. Diharapkan, dengan tertanamnya kesadaran perilaku yang benar di jalan raya, kelak ketika beranjak remaja hingga dewasa, mereka sudah bisa berlalu lintas sesuai peraturan.
“Dua bus zebra cendekia, yang masing-masing berisi 20 komputer beserta satu simulator kendaraan bermotor sebagai media bermain dan belajar anak,”katanya.
Melalui komputer yang telah diisi dengan program semacam game tentang tata tertib berlalu lintas tersebut, para siswa dibuat asyik bermain dan memecahkan beberapa soal, seperti tanda rambu lalu lintas dan perlengkapan berkendara.
Sementara, bagi siswa lain yang menunggu giliran masuk ke bus, Bripka Agung mengajak mereka mengenal bermacam rambu lalu lintas, alat-alat pengaman diri seperti helm, jas hujan, hingga cara mengendarai kendaraan secara baik dan benar. Kepada anak-anak tersebut, Bripka Agung juga tak henti-hentinya menyuarakan slogan “Aku Pelopor Keselamatan Berlalulintas”, lengkap dengan gestur tubuh. Seperti tangan mengepal ke atas, menyilang di depan dada, dan bergerak seolah mengayuh sepeda.
Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif, yang hadir di tengah-tengah sosialisasi mengaku gembira dengan adanya kampanye keselamatan berlalulintas tersebut. Sasaran sosialisasi, yaitu anak-anak SD, dinilai bupati sangat tepat, karena mereka masih sangat mudah menerima materi-materi yang diberikan. (ali/lis)