Barang Bukti Kejahatan Dilelang

162

KALIBANTENG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Rabu (7/5) melelang sejumlah barang bukti (BB) hasil perkara pidana umum yang telah memiliki status hukum tetap (inkrach). Jumlah BB hasil rampasan penyidikan selama tahun 2013 yang dilelang mencapai 12 item.
Kepala Kejari Semarang Abdul Azis mengatakan, pelaksanaan lelang diikuti 147 peserta yang terdaftar. Meski bertempat di Kejari Semarang, lelang dilaksanakan melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. Adapun taksiran harga lelang ditentukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang. “Kejari hanya sebagai panitia pelaksana,” ungkapnya didampingi Kasi Datun Mundargo.
Azis membeberkan, mekanisme lelang seperti biasa. Yaitu panitia memberikan kesempatan peserta untuk mendaftar. Setelah itu, peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan yang jika gagal dapat dikembalikan. Uang jaminan berdasarkan besaran harga limit yang ditentukan Disperindag. “Peserta lelang bebas dari mana saja. Siapapun bisa mengikutinya asalkan punya KTP dan dapat membayar uang jaminan pada saat pendaftaran,” imbuhnya.
Ditambahkan, di antara barang-barang yang dilelang meliputi 7 sepeda motor, 353 batang kayu meranti, 56 batang kayu bangkirai bentuk olahan, 1 truk bak kayu bernomor polisi R 1345 ND tanpa surat. Kemudian minyak solar sebanyak 266,67 liter, 1 tangki solar berkapasitas 5.000 liter dan 1 unit pompanya, minyak solar 4.300 liter, genset dan 1 laptop. “Dari semua barang tersebut, tinggal 2 unit SPM (sepeda motor, red) yang belum laku. Hal ini dikarenakan harga limit yang ditentukan terlalu tinggi. Selanjutnya akan kami mintakan untuk diminimalkan harganya,” imbuhnya.
Azis mengklaim, proses pelelangan tersebut bebas dari intervensi siapapun. Pihaknya telah menginformasikan sebelumnya melalui media massa. Barang yang dilelang pun telah ditunjukkan beberapa hari sebelumnya karena sebagian barang disimpan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. “Hasil pelelangan selanjutnya akan disetor kepada kas negara,” ungkapnya.
Salah satu peserta lelang, Heri Sutejo, 46, warga Kedondong Raya, Lamper Tengah, Semarang Selatan mengaku berhasil membeli satu unit sepeda motor Honda Revo seharga Rp 2,5 juta. Sebelumnya ia menyetor uang jaminan sebesar Rp 760 ribu dari harga limit Rp 2,3 juta. “Saya tahu informasi ini setelah membaca koran pada tanggal 31 April 2014 yang lalu,” ungkapnya.
Meski tanpa dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Heri mengaku akan segera mengurus ke Polda Jateng berdasarkan risalah lelang yang diberikan. Selanjutnya ia berencana akan menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. “Paling ngurusnya habis sekitar Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta,” kata pria yang mengaku telah lima kali mengikuti lelang di Kejari ini.(fai/ton)