Jika toh mengembalikan tidak serta merta menghilangkan unsur pidana. Karena sudah jelas menikmati uang negara
AKBP Wika Hardianto
Kasatreskrim Polrestabes Semarang

Kasus Asuransi Fiktif Jilid III

BARUSARI – Setidaknya sudah 11 eks anggota DPRD Kota Semarang periode 1999-2004 diperiksa Unit Tipikor Satreskrim Polrestabes Semarang. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi asuransi fiktif senilai Rp 1,7 miliar. Saat diperiksa, masing-masing tersangka mengaku menerima jatah Rp 36 juta.
Para tersangka yang diperiksa yakni Siyam Sutopo, Siti Martamah, Leonard Andi Suryono, Idris Imron, Adi Kuntoro, serta Sugianto. Kemudian Otok Riyanto, Herman Yoostam,Fajar Hidayati, Munasir serta serta Hem Widyatmoko. “Sudah sebelas yang diperiksa, tinggal enam lagi. Secepatnya diselesaikan,” kata  Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto.
Dari pemeriksaan, semua mengaku mendapatkan uang Rp 36 juta. Sebagian tersangka sudah mengembalikan uang tersebut melalui penyidik. Wika menegaskan, proses hukum akan terus berjalan dan tersangka diproses sampai selesai. “Jika toh mengembalikan tidak serta merta menghilangkan unsur pidana. Karena sudah jelas menikmati uang negara,” imbuhnya.
Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas agar tersangka bisa segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Semarang. Tersangka kasus korupsi jilid III ini akan dijadikan tiga berkas mengingat jumlahnya yang banyak. “Keterangan dari saksi ahli pun sudah kami dapatkan. Bertahap, secepatnya selesai. Anggota masih terus memeriksa untuk melengkapi berkas 17 tersangka,” tambahnya.
Meski sudah diperiksa para tersangka belum ditahan. Jika semua sudah rampung dan berkas lengkap, kasus itu segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Semarang beserta tersangka dan alat bukti. “Secepatnya berkas 17 tersangka mantan anggota dewan akan kami selesaikan. Agar kasus ini bisa selesai tuntas,” tambahnya. (fth/ton)