SEMARANG – Juara umum bersama terjadi di Kejuaraan Wushu Sanda Senior-Junior Terbuka yang digelar 1-4 Mei di GOR Gemilang, Kabupaten Magelang. Untuk kategori senior, dua daerah yaitu Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang sama-sama mengoleksi tiga medali emas, sehingga dinyatakan sebagai juara umum bersama.
Tiga medali emas Salatiga, masing-masing disumbangkan oleh Septiana Naumy Festi (kelas 48 kg putri), Ratih Erlyana Larasati (60 kg putri) dan M Ridwan Kolid (52 kg putra). Adapun peraih emas untuk Kabupaten Semarang dipersembahkan Yusuf Widiyanto (52 kg putra), M Bagus Hanafi (60 kg) dan Pujo Riyaya (70 kg putra).
Sedangkan kelompok junior/pra-junior (pelajar), gelar juara umum milik kontingen Samarinda (Kaltim), juara umum kedua Kabupaten Semarang, disusul Kabupaten Boyolali.
Pada even yang digelar Disdikpora Kabupaten Magelang bekerjasama dengan Pengprov WI Jateng itu, tampil sebagai atlet terbaik senior adalah Yusuf Widiyanto (Kabupaten Semarang), sedangkan atlet favorit junior/prajunior dinobatkan kepada atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng Christian Adi Chandra yang mewakili Kota Salatiga.
Ketua Harian Pengprov WI Jateng Sudarsono mengungkapkan, ada hal yang menjadi catatan pada penyelenggaraan kejuaraan wushu sanda terbuka dan antarpelajar ini. Pertama adalah antusiasme peserta yang mencapai 226 peserta. Mereka datang tak hanya dari sasana/sekolah/pengkab/pengkot WI di Jateng, tapi lima provinsi lain yaitu DIY, Jatim, Bengkulu, Sumsel dan Kaltim.
Hal kedua, kata Sudarsono, dari panggung kejuaraan ini, telah muncul banyak potensi yang diproyeksikan masuk program PPLP Jateng. Dijelaskan dia, realitas ini sungguh menguntungkan bagi Pengprov WI karena sudah memiliki gambaran, siapa saja kelak yang bisa diproyeksikan masuk PPLP. ”Kami mengapresiasi antusiasme peserta. Even terbuka mendapat sambutan dari lima provinsi lain. Selain itu, meskipun banyak peserta yang masih grothal-grathul, tapi banyak juga yang menunjukkan kulitas bertanding bagus. Kami memiliki banyak pilihan yang lebih konkret, siapa-siapa yang layak masuk PPLP,” kata Sudarsono. (bas/smu)