Palsukan Data K2, Polisi Tahan Guru

8

WONOGIRI–Penanganan perkara dugaan pemalsuan dokumen kepegawaian honorer kategori 2 (K2) lolos CPNS memasuki babak baru. Senin petang lalu (5/5), penyidik Satreskrim Polres Wonogiri resmi menahan dua tersangka perkara tersebut.
Keduanya adalah Wk, guru perempuan pengampu mata pelajaran IPS sebuah SMP di Selogiri dan Sm, pensiunan kepala SMP di mana Wk mengajar dan mendapatkan SK kepegawaian. Keduanya diyakini bersekongkol memalsukan data kepegawaian hingga Wk bisa masuk database honorer K2.
Kapolres Wonogiri AKBP Tanti Septiyani melalui Kasatreskrim AKP Budiarto mengatakan bahwa penahanan terhadap kedua tersangka tersebut dilakukan pascapemeriksaan terhadap keduanya Senin lalu. Penahanan tersebut dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan sehingga perkara tersebut bisa segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.
“Keduanya kami jerat dengan satu pasal yakni pasal 263 KUHP. Kami juga masih berupaya mengembangkan penyidikan untuk mengurai perkara ini hingga bisa lebih terang,” kata Budiarto di ruang kerjanya, kemarin siang (6/5).
Jeratan pasal 263 KUHP mengenai pemalsuan surat itu membuat kedua tersangka yang semuanya merupakan warga Selogiri itu terancam pidana enam tahun penjara. Keduanya dijerat pasal sejenis karena diyakini memiliki ikatan kuat dalam perkara pemalsuan dokumen tersebut. Yakni, ketika Wk menjadi guru honorer, Sm merupakan kepala sekolahnya. Dari Sm pula, Wk mendapatkan surat keterangan pengangkatan sebagai pegawai honorer yang kemudian mengantarkannya sampai masuk data base honorer kategori 2.
Bahkan, dalam seleksi penerimaan CPNS awal November 2013 lalu, Wk sukses melewati seleksi hingga dinyatakan lolos dan berhak menjadi CPNS. Namun, diduga kuat telah terjadi persekongkolan terkait terbitnya SK tersebut. Keduanya diduga sepakat menyembunyikan fakta bahwa Wk baru mulai bekerja pada pemerintah pertengahan 2008. Penyembunyian fakta itu berujung pada terbitnya SK baru tertanggal sebelum 31 Desember 2005. Penerbitan SK baru itu merupakan upaya dari Wk agar bisa memenuhi syarat masuk data base honorer kategori 2.
Sementara itu, di Satreskrim Wonogiri kemarin, Wk lebih banyak menunduk dan menangis sambil sesekali menjawab pertanyaan dari Budiarto mengenai aksinya. Sementara, Sm yang sudah terlihat sangat sepuh beberapa kali menanyakan masa depannya di penahanan. Termasuk upaya penangguhan penahanan yang hendak ia ajukan.
Seperti diberitakan, Wk merupakan satu dari 282 pegawai honorer K2 yang lolos seleksi CPNS awal November 2013 lalu. Sebanyak 282 pegawai honorer K2 itu merupakan bagian dari 755 pegawai honorer K2 di Pemkab Wonogiri yang mengikuti seleksi CPNS.(aw/bun/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here