KRAPYAK – Ngadinah, 52, warga Jalan Simongan 49, RT 03/RW 08, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat yang sehari-hari menjadi penjual sayur harus mendekam di balik jeruji penjara selama enam bulan. Pasalnya, ia dinyatakan telah mengedarkan dan menjual obat terlarang jenis trihex (trihexphenidy) di Semarang.
”Mengadili, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 197 Undang-Undang Kesehatan No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama enam bulan dan denda sebesar Rp 500 ribu subsider satu bulan kurungan,” ucap Hakim Ketua Wiwik Suhartono saat membacakan amar putusannya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (6/5).  
Hakim sepakat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menilai perbuatan terdakwa telah meresahkan warga masyarakat. Perbuatannya dapat menghancurkan masa depan generasi muda. Selain itu, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan obat-obat berbahaya. ”Karena terdakwa mengaku salah dan mohon keringanan, majelis hakim memberi putusan enam bulan dari sembilan bulan sebagaimana tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum),” imbuhnya.
Atas putusan tersebut, hakim memerintahkan terdakwa untuk menjalani hukuman dikurangi selama masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Bulu Semarang. Baik terdakwa maupun JPU menyatakan menerima putusan tersebut.(fai/ton/ce1)