GETASAN- Petani tembakau di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang mulai resah dengan hama orong-orong. Sebab hama tersebut menyerang tanaman dengan memakan batang tanaman muda. Akibatnya tanaman rusak sebelum masuk masa panen.
Petani tembakau, Sakimin, 47, warga Dusun Tekelan RT 1 RW 17, Desa Batur, Kabupaten Semarang mengatakan, petani tembakau di Getasan tidak kebingungan dengan pasokan pupuk anorganik. Sebab selama ini menggunakan pupuk organik dari kotoran hewan dan pupuk organik pabrikan. Namun permasalahan justru dengan munculnya hama orong-orong akibat tingginya curah hujan di Kecamatan Getasan.
“Saat ini curah hujan masih tinggi jadi hama orong-orong masih menyerang. Untuk mengatasinya dengan obat tetapi itupun belum bisa mengatasi hama secara keseluruhan,” kata Sakimin, Selasa (6/5).
Serangan hama, menurut Sakimin, akan mempengaruhi hasil panen. Namun untuk menutup kerugian akibat serangan hama, petani menerapkan pola tumpangsari. Yakni menanam tanaman sayuran di sela-sela tembakau. Sehingga jika tanaman inti hasilnya tidak bagus karena hama dan permainan harga tengkulak, petani masih dapat keuntungan dari panen tanaman tumpangsari.
“Bila bergantung satu tanaman kami akan merugi saat harga tembakau anjlok, belum lagi rugi karena terkena hama. Sehingga kami menerapkan tumpangsari,” tutur Sakimin.
Ditambahkan petani lainnya Supar, 50, warga Dusun Tekelan RT 4 RW 17, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, petani memilih tanaman sayur seperti kubis, wortel, brokoli, dan sawi untuk tumpangsari. Sebab sayuran jenis tersebut dapat dipanen dalam waktu 2-3 bulan. Sedangkan tanaman inti yakni tembakau baru dapat dipanen setelah 6 bulan. “Dari hasil penjualan sayuran paling tidak bisa sedikit menopang ongkos produksi,” imbuhnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Semarang, Urip Triyoga membenarkan bahwa cuaca sangat mempengaruhi tanaman. Bahkan membawa dampak yang signifikan bagi tanaman musiman seperti tembakau. Pihaknya akan memerintahkan tim untuk mengkaji sebelum menentukan langkah penanganan hama orong-orong.(tyo/ton)