Aktivitas Merapi Fluktuatif

MUNGKID– Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah kembali naik turun. Kemarin gunung teraktif didunia itu mengalami kenaikan setelah sehari sebelumnya terlihat tenang.       
Dari catatan di Pos Pengamatan Babadan Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang Gunung Merapi diketahui  mengeluarkan suara dentuman sebanyak 9 kali. Dentuman muncul akibat dorongan gas ke permukaan gunung.
“Catatan sejak Senin (5/5) meningkat. Tapi status Merapi masih waspada,” ujar petugas Pengamat Merapi Pos Babadan, Triyono, kemarin.
Selain dentuman seismograf juga mencatat ada guguran sebanyak 8 kali, tektonik 6 kali. Sementara aktivitas tele 1 kali, low frekuensi 6 kali dan vulkanik 1 kali.
Sedangkan pada hari Selasa (6/5) lalu, Gunung Merapi mengalami pergerakan kembali. Sekitar pukul 06.30, Gunung teraktif di dunia itu mengeluarkan asap sulfatara dengan tekanan rendah.     
Asap sulfatara warna putih tipis itu keluar dari perut Merapi dengan ketinggian 75 meter. Asap mengarah condong ke barat. Sementara data kegempaaan hingga pukul 07.00 terjadi guguran sebanyak 2 kali dan gempa tektonik sebanyak 2 kali.
”Sekarang masih naik turun (aktivitasnya). Tapi status Gunung Merapi masih waspada. Seperti biasa aktifitas Merapi memang tercatat naik turun. Kita tunggu saja (catatan-catatan) hari-hari mendatang,” kata dia.
Hanya saja, Triyono meminta masyarakat jangan mempercayai informasi yang tidak bertanggung jawab terkait aktivitas Merapi. Masyarakat diminta mempercayai informasi terbaru terkait Gunung Merapi dari pihak yang berkompeten.
“Warga tidak usah panik, percayakan saja informasi yang akurat. Baik dari BPPTKG ataupun pos pengamatan Gunung Merapi,” pintanya.
Kepala Desa Paten, Kecamatan Dukun, Sutarno menyatakan aktivitas Merapi belum mempengaruhi masyarakat. Warga Desa Paten yang berjarak sekitar 5-8 km dari puncak Merapi masih beraktivitas seperti biasa. Warga tetap bekerja, seperti bertani dan lainya. (vie/lis)