MUNGKID– Jajaran TNI Kodim 0705 Magelang menggelar kegiatan pengecekan kelengkapan dan pengamanan ancaman erupsi Gunung Merapi. Dipimpin Dandim Letkol Kav Adang Sumpena pasukan doreng ini menyisir seluruh lokasi di seputaran Gunung Merapi.     
“Kita sikapi perkembangan aktivitas Merapi yang levelnya waspada ini, untuk mewaspadai dampak negatif dari Gunung Merapi terhadap masyarakat. Dengan melihat langsung ke bawah seperti ini, kita menjadi tahu akan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Jika ada kekurangan, tentu bisa langsung kita lengkapi,” katanya di sela berkunjung ke tempat pengamatan Gunung Merapi di Pos Babadan, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.       
Dalam kegiatan itu, tim dari TNI didampingi Camat Dukun Siti Zumaroh, Kepala Polsek Dukun AKP Eko Mardiyanto, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang dan sejumlah relawan Gunung Merapi.   “Pengecekan ini terutama menyangkut keperluan untuk evakuasi warga yang setiap saat harus dilakukan, tempat pengungsian, dan peralatan untuk mendukung evakuasi,” ujarnya, kemarin.       
Sejumlah lokasi yang dikunjungi antara lain posko pusat di kantor BPBD, markas Koramil Dukun, kantor Desa Krinjing, Pos Babadan, kantor Desa Ngargomulyo (Kecamatan Dukun), Pos Ngepos Kecamatan Srumbung. Juga beberapa tempat pengungsian di Kecamatan Salam.       
Hasil dari pengecekan ini, katanya, akan dijadikan acuan dalam rapat koordinasi dengan jajaran Pemkab Magelang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Termasuk untuk perbaikan jalan yang menjadi jalur evakuasi warga. Dari pantauan tadi (kemarin), kondisi berbagai jalur evakuasi warga kawasan Merapi terlihat rusak, terutama karena dilalui truk pengangkut pasir dan batu dari berbagai sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” ungkapnya.       
Pada kesempatan itu, dia  mengatakan telah menyiagakan sekitar 100 personel di markas Kodim Magelang dan Pos Komando BPBD Kabupaten Magelang, terkait dengan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Merapi.
Lebih lanjut, Dandim mengimbau masyarakat di kawasan Gunung Merapi, untuk tetap tenang meskipun terus mewaspadai perkembangan gunung berapi tersebut. “Tetap tenang, tetapi waspada. Ikuti instruksi aparat wilayah, petugas pos, dan BPBD. Jangan terpancing isu dan khabar yang tidak bertanggung jawab,” pintanya.
Sementara itu aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terpantau petugas Pos Babadan hingga Sabtu kemarin, cenderung mengalami penurunan meskipun statusnya masih waspada atau setingkat lebih tinggi ketimbang level terendah, aktif normal.
“Aktivitas cenderung turun meski statusnya masih waspada  (sejak 29 April 2014  pukul 23.50 WIB, red.),” kata Purwono, petugas pengamat Gunung Merapi di Pos Babadan Kabupaten Magelang.       
Berdasarkan pantauannya sejak pukul 00.00-07.00 WIB, tercatat gempa guguran enam kali, gempa tektonik tiga kali, sedangkan pada Jumat (2/5) gempa guguran 10 kali, gempa tektonik dan tektonik jauh, masing-masing satu kali. Pada Kamis (1/5), gempa guguran, tektonik, dan tektonik jauh, masing-masing satu kali.
Pada Jumat (2/5) sekitar pukul 22.00, terjadi guguran material dari puncak Merapi meskipun tidak terdengar dan terpantau secara visual. Pada kesempatan itu, dia menerangkan tidak pernah terjadi guguran lava pijar seperti informasi selama ini. Apalagi sejak Jumat (2/5) hingga Sabtu (3/5), tidak terdengar lagi suara dentuman dan guguran dari Gunung Merapi itu.
“Masyarakat tidak perlu panik, meskipun harus tetap waspada, kalau ada perkembangan tentu akan diinformasikan oleh rekan-rekan pemantau dan BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi),” katanya. (vie/lis)