SUKOHARJO–Lima pengusaha yang bergerak di bidang pertambangan galian C di hentikan Satpol PP Sukoharjo. Proyek galian C yang beroperasi di empat kecamatan ini terpaksa ditutup karena tidak mengantongi izin. Ketegasan ini merupakan respons atas laporan dari masyarakat terkait aktivitas pertambangan tersebut.
Kepala Satpol PP Sukoharjo Sutarmo mengatakan, berdasarkan penelusuran petugas dilapangan, lima perusahaan tersebut beroperasi di Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari; Desa Mertan dan Sidorejo Kecamatan Bendosari; Desa Godog dan sekitar Alaska Kecamatan Polokarto; Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban.
Dikatakan, usaha galian c ini terpaksa ditutup karena bermasalah dalam hal perizinan. Seperti perusahaan tersebut tidak mengantongi izin atau belum melakukan perpanjangan ijin dan melakukan perluasan lahan tanpa izin.
“Mereka kami hentikan usahanya dan dipasangi perda line karena tidak mengantongi ijin. Ini sesuai dengan Perda No. 13 Tahun 2013 tentang pajak pengambilan bahan galian dan perda No. 18 Tahun 2011 tentang pertambangan mineral bukan logam dan batuan,” ujar Sutarmo kepad wartawan, kemarin (5/5).
Ditegaskan, dengan terpasangnya perda line, pemilik pertambangan galian C wajib belum bisa melanjutkan aktiviasnya sebelummelengkapi perizinan. Mereka diminta segera mengurus perijinan ke DPU dan KPPT. Sementara, bagi yang telat membayar pajak diminta segera melunasinya.
“Satu pemilik usaha penambangan galian C yang ditutup ini belum melunasi tunggakan pajak ke daerah sampai puluhan juta,” lanjutnya.
Masih menurut Sutarmo, Satpol PP akan terus melakukan pemantauan disetiap lokasi penambangan galian C tersebut. Untuk itu, pihaknya juga berharap peran aktif dari masyarakat untuk turut mengawasi aktivitas proyek galian c yang kini sudah dihentikan tersebut. Dan apabila ternyata ada aktivitas kembali tanpa ijin resmi, maka akan ditindak tegas.
“Yang perlu diselamatkan bukan sekedar dari sektor pajak saja. Tapi juga lingkungan disekitar galian c. Karena itu warga harus ikut peduli,” lanjutnya. (sof/bun/ida)