Terancam Tanpa Franky

242

SEMARANG – Menghadapi laga lanjutan versus Persiku Kudus di Stadion Jatidiri Semarang Sabtu (10/5) mendatang, PSIS terancam tidak bisa menggunakan tenaga winger lincah mereka, Franky Mahendra.
Maklum saja, eks winger Persipur Purwodadi itu tengah dalam masa pemulihan cidera. Dia mengalami cedera engkel saat PSIS menjinakkan Persitema Temanggung 4-0 hingga terpaksa pelatih Eko Riyadi harus menggantikannya dengan Boas Atururi di menit 41.
Ini adalah kedua kalinya, Franky tak dapat bermain 90 menit bersama tim kebanggaan warga Kota Semarang. Di pertandingan pertama melawan Persipur Purwodadi, pemain bernomor punggung 17 itu hanya bermain 60 menit karena cedera yang sama.
”Di setiap pertandingan, Franky terus mendapatkan pengawalan ketat dari pemain lawan. Ini yang membuatnya rawan cedera. Kami akan terus pantau kondisi terakhirnya hingga laga melawan Persiku Kudus di Stadion Jatidiri, akhir pekan ini,” kata Pelatih PSIS Eko Riyadi.
Meski belum mencetak gol, Franky mampu memberi kontribusi positif untuk menambah penetrasi PSIS dari sisi kanan penyerangan. Gerakannya menyisir sisi kanan lapangan, kerap kali merepotkan pertahanan lawan. Dari lima kali penampilannya, pria asal Grobogan itu telah menyumbangkan dua asist.
Meski berharap agar Franky segera pulih, Eko Riyadi sudah menyiapkan penggantinya. Menurutnya ada tiga nama yang bisa bermain di posisi itu. Yakni Boas Atururi yang menyumbangkan satu dari empat gol kemenangan PSIS atas Persitema kemarin.
Dua lainnya adalah Fadli Manna dan Gipsi Sala’alaita. Ini akan menjadi kesempatan bagi keduanya untuk tampil setelah dalam lima pertandingan lebih banyak menghangatkan bangku cadangan. Meski mantan pemain Indonesia Super League (ISL), tak menjamin mendapatkan tempat utama.
Tercatat, Fadli yang merupakan mantan pemain PSM Makassar hanya bermain 30 menit. Masuk menggantikan Franky saat pertandingan melawan Persipur. Sedangkan Gipsi yang musim lalu membela Persijap Jepara hanya bermain lima menit. Masuk menggantikan Ronald Fagundez dalam laga melawan PSIR Rembang.
Sementara itu, Manajer Tim PSIS Wahyu ‘Liluk’ Winarto menuturkan, cederanya beberapa pemain tak banyak berpengaruh pada kekuatan tim dalam menghadapi Persiku. Pasalnya, seluruh pemain yang ada saat ini memiliki kemampuan yang hampir merata. ”Tentunya kami tidak berharap ada pemain yang cedera. Tetapi kompetisi Divisi Utama yang padat dan pertandingan yang ketat mengharuskan setiap pemain selalu bekerja ekstra keras. Dalam kondisi apapun, kami harus selalu siap,” kata Liluk. (bas/smu)