Surati Kapolda 5 Kali, Tak Ditanggapi

118

Penipuan dan Penggelapan Rp 20 M

MUGASSARI — Kasus penipuan dan penggelapan jual beli rel lori dan besi tua eks Perhutani 2011 senilai Rp 20 miliar yang ditangani Ditreskrimum Polda Jateng, dinilai lamban dan berlarut-larut. Kendati sudah ditetapkan tiga tersangka yakni Tunggul Ardiantoro, 50; Mintaryoni Ratnoaji; serta Herman Santoso, 40, warga Jalan Semarang. Hal itu membuat korban Joelianto Widodo kecewa dan geram.
Apalagi Joelianto sudah lima kali mengirimkan surat ke Kapolda Jateng, agar kasus tersebut segera diselesaikan dan pelaku bisa dijerat sesuai hukum yang berlaku. Namun hingga kini tidak ada tanggapan. ”Saya ingin kasus ini cepat selesai. Nyatanya sampai sekarang terkesan berlarut-larut,” kata Joelianto Widodo, kemarin.
Karena itulah, Joelianto menduga ada indikasi praktik kongkalikong dalam penyelesaikan kasus tersebut. ”Kasus ini awalnya di Polrestabes, tapi tiba-tiba ditarik ke Polda Jateng. Ini sudah terlihat janggal, dan ada apa sebenarnya?” katanya penuh tanya.
Joelianto mengaku sudah meminta perlindungan kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Ia berharap Kompolnas turun tangan agar kasus penipuan dan penggelapan Rp 20 miliar bisa rampung.
Ditreskrimum Polda Jateng sendiri, katanya, sudah beberapa kali melakukan gelar perkara. ”Terakhir April saya diajak gelar perkara lengkap dengan tersangka. Tapi ada indikasi kasus ini masuk perdata. Padahal sudah jelas unsur pidananya,” tambahnya geram.
Kompolnas mengaku terus memantau perkembangan kasus tersebut. Kompolnas juga sudah mengirimkan surat, baik ke korban atau Polda Jateng agar kasus segera dituntaskan. ”Jika masih belum ada kejelasan, kami akan mengirim tim untuk melakukan investigasi. Dalam waktu dekat akan kami agendakan untuk menanyakan langsung ke Polda Jateng,” kata Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurrahman.
Sedangkan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Liliek Darmanto membantah penanganan kasus tersebut lamban. Pihaknya mengklaim penyidik masih terus mendalami kasusnya. ”Bukan lamban, sampai sekarang masih terus berjalan. Memang tersangka belum ditahan,” katanya.(fth/ida/ce1)

Tinggalkan Komentar: