KAJEN — Ratusan pengawas dan kepala SMP di Kabupaten Pekalongan kemarin mendadak dikumpulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat.
Mereka dikumpulkan, terkait pemberitahuan resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tentang adanya materi soal unas yang harus diralat.
Soal unas yang diralat adalah materi pelajaran Bahasa Indonesia. Soal itu akan dikerjakan oleh 12.668 siswa SMP pada unas Senin (5/5) hari ini.
Sebelumnya, soal-soal sudah didistribusikan pada Sabtu (3/5) lalu, ke semua sekolah. Terbagi atas 675 ruang kelas. Sedangkan pemberitahuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, baru diterima pada Minggu (4/5) dini hari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kabupaten Pekalongan, Umaedi membenarkan ada soal unas yang harus diralat. Namun, ia tak menjelaskan materi apa yang terpaksa diralat.
Umaedi menegaskan, posisi soal-soal unas masih utuh tersegel dan sudah dibagikan ke semua sekolah. Dalam surat pemberitahuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya disebutkan bahwa dalam sampul ada 2 bentuk soal, yakni soal berbentuk buku dan berbentuk lembaran yang harus diralat. Nah, soal yang berbentuk lembaran, bukan soal berbentuk buku.
”Yakni, soal nomor 1 sampai 12 dan soal nomor 39 hingga 50, pada soal yang berbentuk lembaran,” jelas Umaedi.
Nah, mengantisipasi ketidakpahaman para peserta unas, pihaknya mengumpulkan pengawas dan kepala sekolah. Tujuannya, untuk memberikan penjelasan.
Karena itu, pada pagi hari ini, sebelum soal dibuka dan dibagikan ke siswa, pengawas akan memberikan penjelasan, terkait ralat soal Bahasa Indonesia. ”Pengawas dan kepala SMP sudah tahu dan bisa menjelaskan saat unas berlangsung.”
Yang menarik, Sabtu (3/5) siang lalu, beredar bocoran soal unas Bahasa Indonesia yang diperjualbelikan pada siswa SMP kelas IX. Namun, setelah dipelajari, ternyata soal unas tahun lalu.
”Kita beli satu materi unas Rp 20 ribu, ternyata soal unas tahun lalu,” ujar Noval, siswa SMP Wonopringgo, sambil menunjukkan lembar soal unas yang dimaksud.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kabupaten Pekalongan, Rissa Sumarsyanto membantah adanya bocoran soal unas. Menurut dia, Dikbud telah menyampaikan pada orang tua siswa untuk tidak percaya tentang adanya bocoran soal. (thd/isk/ce1)