Polisi Dilarang Awasi Unas di Sekolah

188

KENDAL — Pengamanan distribusi soal ujian nasional (unas) tingkat SMP sederajat akan diperketat. Selain petugas dari Dinas Pendidikan, pengamanan juga melibatkan  dua personel Polres Kendal. Mereka akan mengawal pendistribusian soal dari kantor Disdik sampai subrayon.
Unas tingkat SMP sederajat akan dilaksanakan mulai Senin hingga Rabu (5-7/5). Jumlah peserta SMP, MTs, SMP LB ada 14.461 siswa. Perinciannya, siswa 7.082 peserta dan siswi 7.379. Sedangkan untuk program kesetaraan atau Kejar Paket B ada 488 peserta. Peserta laki-laki 322 orang dan perempuan 166 orang.
”Masih ditambah program Kesetaraan Al Wusto yang digelar oleh Pondok Pesantren, jumlah pesertanya cukup banyak, yakni 330 orang. Rinciannya, laki-laki 199 dan perempuan 133,” kata Kepala Disdik Kendal, Muryono, kemarin.
Dijelaskan, pendistribusian soal akan dilakukan setiap hari oleh Disdik ke tujuh subrayon. Yakni, Weleri Barat, Weleri Timur, Sukorejo, Kendal Barat, Kendal Timur, Kaliwungu dan Boja.
Sedangkan untuk Paket B, ada 12 tempat. Yaitu, Kecamatan Sukorejo, Patean, Singorojo, Limbangan, Pegandon, dan Kaliwungu. Juga, Kecamatan Kaliwungu Seletan, Weleri, Kendal, Rowosari, Ngampel, Ringiarum dan Cepiring.
”Soal ada 20 paket, dengan 787 ruang, melibatkan 1.574 orang pengawas. Target kami, seluruh siswa lulus 100 persen dan tidak ada peserta unas maupun ujian kesetaraan yang tergiur bocoran kunci jawaban. Semua peserta harus percaya diri.”
Koordinator Distribusi Soal-Soal Unas, Sri Mulyani menjelaskan, pengiriman soal unas ke tujuh subrayon akan didahulukan dari subrayon yang terjauh. Yakni Sukorejo, Boja, dan Weleri Barat.
Hal itu mengantisipasi kemacetan, sebab jarak tempuhnya cukup jauh. Subrayon dapat mengambil soal pukul 04.00 dini hari per hari selama unas berlangsung.
”Setiap subrayon memiliki armada sendiri yang akan digunakan untuk mengambil soal ke Disdik. Selama perjalanan, akan mendapatkan pengawalan dari polisi. Sebab, dokumen negara yang bersifat rahasia, jadi akan ada pengawalan polisi.”
Sedangkan pengamanan polisi di sekolah, ia memastikan tidak diperbolehkan. Artinya, tak akan ada polisi masuk ke sekolah selama unas berlangsung. Pengamanan unas di dalam ruang, akan dilakukan oleh pengawas independen. Juga pengawasan silang dari sekolah-sekolah.
Kepala Seksi Pendidikan Non-Formal Disdik Kendal, Irianto menambahkan, soal unas untuk SMP, MTs dan SMP LB, ada 4 macam yang akan diujikan.
Yakni, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA. Sedangkan soal ujian kesetaraan Paket B tahun ini ada enam mata pelajaran. Yakni, Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
”Peserta Paket B, usia tertua sekitar 50 tahun. Sistemnya, jika ada peserta yang tidak ujian dengan alasan apa pun, maka akan dianggap tidak lulus, karena tidak ada ujian susulan.” (bud/isk/ce1)