UNGARAN-Pemuda di Jawa Tengah diperkirakan mengalami krisis jatidiri, identitas dan ideologi. Permasalahan yang sering melibatkan pemuda antara lain tawuran, HIV/AIDS, narkoba dan kekerasan seksual.
“Kenaikan angka permasalahan tersebut mencapai 15-20 persen pertahun. Sementara jumlah pemuda di Jawa Tengah ada 7,6 juta pemuda,” tutur Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Rihayati, di sela-sela Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Tingkat Dasar di Ungaran, yang diselenggarakan selama dua hari mulai Senin (5/5) di Ungaran.
Berangkat dari masalah tersebut, Dispora Jateng melakukan pembinaan sejak dini pada para pemuda. Sehingga diharapkan nantinya para pemuda yang telah mendapatkan pelatihan kepemimpinan dapat mengaplikasikan di lingkungannya. Selain itu dapat menularkan pembelajaran tersebut pada pemuda lainya agar tercipta pemuda yang lebih berkarakter.
Pelatihan tersebut diikuti 90 perwakilan pemuda dari SMA /SMK dan organisasi kepemudaan seperti Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR) dari 6 kota/Kabupaten yang diantaranya Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Grobogan dan Kudus. Pelatihan tersebut meliputi materi kepemimpinan dan wawasan kebangsaan lewat manajerial dan pengorganisasian.
Sementara itu Asisten Kepemimpinan Pemuda Kemenpora, I Gusti Ngurah Bagus Sucitra di hadapan para peserta mengatakan, pemuda harus berperan sebagai agen perubahan bangsa dan negara. Sebab pemuda mempunyai peran yang sangat strategis menjadi motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. (tyo/sct/ton)