Pemprov Gelar Lomba Foto dan Menulis Gotong Royong

24

GUBERNURAN – Pemprov Jateng akan menggelar sejumlah kegiatan, untuk memperingati Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XI yang dipadukan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-42 tahun 2014. Seluruh kegiatan yang digelar, diharapkan mampu menciptakan budaya gotong royong menjadi kearifan lokal yang harus dirawat dan dilestarikan.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermades) Jateng, Tavip Supriyanto mengatakan BBGRM XI berlangsung 1-3 Mei 2014. Gerakan ini akan menggelora setelah dicanangkannya BBGRM yang dipadukan dengan HKG PKK yang dipusatkan di Kabupaten Jepara belum lama ini.
Kegiatan yang digelar antara lain Lomba dan Pameran Foto ”Gotong Royong dalam Kehidupan Bermasyarakat” serta Lomba Menulis Opini BBGRM. ”Lomba foto ini terbuka bagi wartawan dan umum. Sedangkan lomba menulis opini diperuntukkan bagi pelajar SMA, mahasiswa, dan wartawan,” katanya.
Selain itu, digelar Safari Gotong Royong Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ke sejumlah kabupaten/kota. Dalam pelaksanaannya, Gubernur akan menyambangi beberapa desa miskin dan wilayah yang baru saja tertimpa bencana.
”Di desa-desa tersebut, Gubernur akan menggelar rembuk desa, bergotong royong bersama masyarakat, sekaligus meninjau pemanfaatan bantuan desa yang digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur,” paparnya.
Dikatakan Tavip, tema BBGRM dan HKG–PKK tahun ini, yakni ”Dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dan Hari Kesatuan Gerak PKK, Kita Tingkatkan Partisipasi Keluarga dan Semangat Gotong Royong dalam Mewujudkan Masyarakat yang Berintegrasi dan Mandiri,” cukup relevan dengan visi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, ”Menuju Jawa Tengah Sejahtera Dan Berdikari“.
Dia berharap dengan menggerakkan spirit gotong royong, akan memicu masyarakat membangun maupun desa membangun, baik dalam aspek ekonomi, sosial budaya, politik dan lingkungan hidup. Pemprov sendiri berkeinginan gotong royong yang dilakukan masyarakat bukan sekadar menjadi event tetapi harus menjadi perilaku.
Menurutnya banyak cara mengampanyekan budaya gotong royong di tengah masyarakat, misalnya melalui kompetisi penulisan opini dan lomba foto yang memotret kehidupan masyarakat secara riil, maupun aksi nyata di lapangan dengan memfasilitasi masyarakat desa melalui bantuan baik dari pihak pemerintah maupun melalui CSR.
Menurut Tavip, kearifan lokal gotong royong ini dapat menjadi virus penyebaran sikap anti-individualistik dan materialistik. Budaya gotong royong juga diharapkan tidak sekadar menjadi virus, melainkan menjadi vaksin untuk memberantas kemiskinan di Jateng. (ric/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here