Nongkrong, Dikeroyok, Tas Dirampas

58

SIMPANGLIMA — Apes. Itulah yang dialami Bagas Aditya Prayoga, 20, warga Ngaliyan dan Muhdiyanto, warga Tegalpanas, Kabupaten Semarang. Betapa tidak, keduanya dikeroyok belasan orang saat nongkrong di sebuah warung nasi kucing kawasan Simpanglima, Semarang, Sabtu (3/5) sekitar pukul 23.30.
Tidak tanggung-tanggung, dua pemuda ini babak belur akibat dikeroyok dan dipukul ramai-ramai. Mereka bahkan mengalami luka robek di kepala dan sempat dirawat di rumah sakit akibat luka serius yang dialaminya. Tidak hanya itu, tas berisi 4 handphone, uang serta berbagai surat berharga lain turut dirampas.
Kejadian bermula ketika Bagas dan Muhdiyanto sedang duduk di angkringan nasi kucing Simpanglima. Keduanya melepas lelah sembari melihat pertunjukan hiburan yang ada di Simpanglima. Dengan bersantai, mereka menikmati keindahan malam hari di Kota Atlas. ”Kami duduk berdua sambil minum,” akunya.
Tidak berselang lama, datang dua pemuda menghampirinya. Saat dekat, dua pemuda itu langsung memukul Bagas. Karuan saja, pukulan mendadak membuatnya nyaris terjatuh. Melihat itu, Muhdiyanto membantu dan terjadilah perkelahian dua lawan dua. ”Saya tidak kenal dan tidak merasa punya masalah. Tiba-tiba langsung dipukul,” imbuhnya.
Mendapat perlawanan, dua berandal itu memanggil teman-temannya. Alhasil, Bagas dan Muhdiyanto sempat menjadi bulan-bulanan belasan pelaku. Pukulan yang bertubi-tubi membuat dua pemuda ini tak kuasa melawan. ”Pelakunya banyak, kami terus dipukul. Banyak orang, cuma tidak ada yang menolong,” tambahnya.
Saat dua korban tak berdaya, pelaku merampas tas dan 4 handphone korban. Mereka lantas kabur meninggalkan dua korban yang tidak bisa berbuat banyak. ”Sempat mau mengejar, cuma tidak berani. Karena mereka banyak dan terus mengancam,” tambah Muhdiyanto.
Muhdiyanto mengaku tidak mengenal dan tidak memiliki masalah sama sekali. Ia pun menduga orang yang mengeroyoknya merupakan pelaku perampasan yang sering beroperasi di Kota Atlas. Muhdiyanto berharap agar pelaku bisa ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. ”Saya berharap kasus ini segera dirampungkan. Berantas pelaku perampasan agar masyarakat tidak ketakutan ketika keluar atau nongkrong,” tambahnya.
Dengan tertatih-tatih, dua korban akhirnya dilarikan ke RSUP dr Kariadi. Keduanya mengalami luka memar dan sobek di kepala. Merasa dirugikan, dua korban akhirnya melaporkan nasib yang dialaminya ke polisi. Kasus ini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polrestabes Semarang. (fth/ida/ce1)

Tinggalkan Komentar: