Keruk Sedimentasi Kali Semarang

Persempit Wilayah Genangan

BALAI KOTA — Pemkot Semarang terus berupaya mengurangi wilayah genangan yang ada di sejumlah titik, terutama di kawasan Semarang Utara. Setelah berhasil mengeringkan Kali Semarang, Pemkot akan melakukan pengerukan dasar kali sepanjang 6.550 meter. Selain itu, akan membuat box culvert di sebelah selatan Kali Semarang.
Sekretaris Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam Energi Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM) Kota Semarang, Rosid Hudoyo mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu pihat Satker (satuan kerja) dalam pelaksanaan pengerukan sedimentasi tersebut. Pasalnya, pengerukan tersebut masih masuk dalam komponen C.
”Pengerukan nanti dilakukan sampai ke sistem drainase Tugu Muda. Kami nanti yang menangani saluran sekunder dan tersiernya,” kata Rosid kepada Radar Semarang, kemarin (4/5).
Selain itu, untuk mengoptimalkan fungsi drainase Kali Semarang juga akan dibuat groundsill untuk mengontrol elevasi dasar Kali Semarang terhadap erosi. Serta membuat jalan inspeksi di tanggul kanan dan kiri Kali Semarang sepanjang 470 meter. ”Sistem Kali Asin juga akan diperbaiki dengan memasang revetment corrugated concrete sheet pile dan membuat jalan inpeksi sepanjang 138 meter,” imbuhnya.
Dinas PSDA ESDM juga telah melakukan penambahan titik pompa baru di Kelurahan Trimulyo, Genuk, dengan pemasangan pompa kapasitas 200 liter/detik, peningkatan rumah pompa Boom Lama dan upaya optimalisasi serta operasionalisasi pompa banjir yang tersebar di 40 titik pompa banjir dengan pengadaan pompa portable.
”Dengan sistem yang sudah terbangun dan kegiatan paket C ini terselesaikan, daerah genangan di Semarang bagian utara akan banyak terkurangi,” tandasnya.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan bahwa pengentasan rob dan banjir memang masih menjadi skala prioritas Pemkot. Selain mengoptimalkan Kali Semarang dan Kali Asin, Pemkot juga tidak ingin mengulur-ngulur waktu menyelesaikan proyek normalisasi Kali Tenggang. Saat ini pembebasan lahan di kawasan Tenggang sudah mencapai 70 persen.
”Masih ada beberapa lahan yang belum dianggarkan. Kami rencanakan paling cepat di 2015 dan paling lambat di perubahan 2015 sudah dianggarkan sisa pembebasan lahannya. Sehingga di tahun 2015 ini, normalisasi Kali Tenggang bisa dilaksanakan kembali,” harapnya.
Selain penanganan banjir dan rob di kawasan Semarang wilayah timur dan utara, wali kota juga menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengerukan sedimentasi saluran di tengah kota. ”Selain dari dinas terkait, untuk menjaga dan memelihara saluran drainase juga butuh dukungan masyarakat,” katanya.
Ditegaskan, masalah rob dan banjir ini sangat kompleks. Tidak bisa diserahkan Dinas PSDA ESDM saja, tapi harus lintas sektoral, seperti Dinas Kebersihan, Bina Marga, serta pemberdayaan masyarakat. ”Semua harus melakukan upaya, yang sifatnya menormalkan aliran air,” imbuhnya. (zal/ida/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here