Harga Rumah Bersubsidi Rp 118 Juta

473

Pengembang Perumahan Lega

SEMARANG – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) memutuskan kenaikan harga rumah bersubsidi atau rumah yang dibiayai melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Khusus di Jawa Tengah dipatok Rp 118 juta.
Ketua DPP REI Jateng, Ihsan Hidayat mengatakan kenaikan harga mulai berlaku sejak 1 Mei 2014. Kenaikan tersebut bervariasi untuk masing-masing daerah. “Harga rumah FLPP di Jateng kini dipatok senilai Rp 118 juta. Jumlah tersebut naik sekitar Rp 20 juta dari harga bandrol sebelumnya yang hanya Rp 88 juta. Kenaikan rumah ini berlaku maksimal untuk tipe 36 dengan luas tanah minimal 60 meter persegi,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut cukup layak mengingat biaya produksi dan nilai investasi tanah yang sangat cepat perkembangannya. “Saat ini Rp 118 juta merupakan harga yang sudah cocok, karena seperti kita ketahui harga tanah terus membumbung, belum lagi dengan harga-harga bahan baku,” jelasnya.
Dengan harga baru, lanjut Ihsan, setidaknya juga akan semakin menggairahkan para pengembang rumah sederhana atau sejahtera sehat. Selama ini dengan patokan harga Rp 88 juta, banyak pengembang rumah sederhana yang beralih ke rumah komersil karena harga yang dinilai tidak sesuai. “REI Jateng memiliki 180 anggota, yang pengembang rumah sederhana ada sekitar 100. Tapi yang masih eksis mengembangkan rumah sederhana saat ini sangat minim, itu pun di kota-kota kecil,” bebernya.
Sementara, Sudjadi Direktur PT Ajisaka selaku pengembang rumah sederhana Griya Karya Adiguna Ungaran, mengatakan kenaikan harga rumah bersubsidi menjadi angin segar baginya. Setidaknya, besaran tersebut mampu menutup biaya investasi tanah yang sangat tinggi, sekaligus mengimbangi harga material bangunan. Menurutnya, angka Rp 118 juta sudah ideal.
Sudjadi yang juga Ketua DPP REI bidang Diklat mengaku, meski harga berlaku mulai 1 Meli, pihaknya baru akan memberlakukan bulan depan. Untuk di Griya Karya Adiguna yang terletak di Ungaran Timur ini, pihaknya menyediakan lahan seluas 5 hektar dengan pembangunan tahap pertama 80 unit. “Kami masih mentolerir harga lama Rp 88 juta untuk rumah tipe 36 luas tanah 72 meter persegi. Bulan depan akan disesuaikan dengan harga baruy ketetapan pemerintah,” imbuhnya. (dna/smu)