SALATIGA—Mutu suatu bangsa ditentukan mutu pendidikan yang berimplikasi pada mutu sumber daya manusia (SDM). Mutu SDM di Indonesia belum baik sepenuhnya sehingga kualitas pendidikan perlu ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas.
Hal tersebut dikemukakan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Yari Dwikurnaningsih usai upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di lapangan Sepakbola UKSW. “Kualitas guru dan juga sarana dan prasarana. Kualitas guru menjadi yang utama karena guru adalah orang yang berhadapan langsung dengan siswa sehari-hari. Selain itu juga sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar,” tutur Yari yang juga menjadi inspektur upacara Hardiknas di UKSW.
Tak kalah penting yang perlu diperhatikan adalah kuantitas guru. “Akses dan pemerataan guru juga perlu diperhatikan karena di daerah-daerah tertinggal masih ada yang kekurangan guru. Saya pernah menjumpai di Papua ada seorang kepala sekolah yang juga mengajar, merangkap menjadi guru di kelas,” imbuhnya.
Menurut Yari, dari guru yang sudah mengikuti sertifikasi dan uji kompetensi, masih banyak guru yang belum memenuhi kriteria kelulusan dengan skor minimal 70.  “Bagi guru yang sudah sertifikasi dan uji kompetensi, masih sedikit yang bisa mencapai nilai minimal. Di Salatiga baru 20 persen guru yang lulus,” terang dia.(sas/ton)