UNGARAN- Empat siswa tidak mengikuti ujian nasional (unas) jenjang SMP sederajat 2014 hari pertama, Senin (5/5) karena sakit. Seorang siswa yang lumpuh, Irfan Ade Setiyono, 15, siswa kelas IX J SMPN 3 Ungaran, Kabupaten Semarang tetap mengikuti unas. Irfan yang patah tulang belakang mengerjakan soal-soal unas dengan berbaring di tempat tidurnya sembari diawasi dua pengawas dan seorang polisi. Orang tua Irfan Setiyono, 48, dan Sri Sutami, 43, serta kerabat lainnya juga terlihat mendampingi Irfan di rumahnya di Sembungan Utara RT 06 RW 04 Ungaran.
Irfan tampak tenang mengerjakan soal bahasa Indonesia mulai pukul 07.30 dan selesai pukul 09.15 WIB. Kondisi Irfan sulit bergerak sehingga dia kesulitan untuk mengisi lembar jawab komputer. Sehingga setelah membaca soal unas, Irfan menyampaikan jawabannya kepada pengawas dan selanjutnya pengawas unas asal SMP Negeri 1 Ungaran, Sutanto mentransformasikan jawaban Irfan di lembar jawab komputer (LJK).
Orang tua Irfan, Setiyono, 48, mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan atas kebijakan yang diberikan kepada anak keduanya itu. Sebelumnya, menurut Setiyono, Dinas Pendidikan sempat akan menyediakan tempat ujian di ruang UKS. “Permohonan kami kepada pihak sekolah untuk ujian di rumah dipenuhi. Kami sangat berterima kasih,” tegas Setiyono.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan, Unas hari pertama berjalan lancar, hanya ada ada empat pelajar yang tidak bisa mengikuti ujian karena sakit. Mereka berasal dari SMP Negeri 5 Ungaran, SMP Theresiana Bandungan, MTs Wujil, dan MTs Nyatnyono Ungaran. Keempat siswa akan mengikuti ujian susulan pada pekan depan. “Sampai saat ini berjalan lancar tanpa kendala dan temuan apapun. Hanya ada empat pelajar sakit dan dirawat di rumah sakit. Mereka akan kami ikutkan ujian susulan pekan depan di SMP Negeri 2 Ungaran,” ungkap Dewi. (tyo/ton)