KARANG TEMPEL – Pelaksanaan ujian nasional (unas) SMP/MTs dan sederajat hari pertama kemarin tak ditemukan penyimpangan. Kekhawatiran adanya kebocoran soal atau kunci jawaban tidak terbukti. Namun di hari pertama kemarin tercatat 25 peserta unas absen dengan alasan sakit. Sejumlah siswa juga mengaku kesulitan saat mengerjakan soal Bahasa Indonesia yang diujikan.
”Soal Bahasa Indonesia memang sulit. Lebih sulit dari soal try out. Tapi, kami tetap optimistis bisa meraih nilai baik,” ujar Munir, siswa kelas 9C SMPN 33 Semarang.
Selain itu, kata Munir, saat ujian kemarin ada sedikit kesalahan penomoran soal. ”Tapi itu tidak masalah,” katanya.
Berbeda dengan Munir, salah satu siswi SMPN 2 Semarang Maharani Agustina justru menilai soal Bahasa Indonesia yang diujikan kemarin jauh lebih mudah ketimbang soal-soal try out yang pernah digelar di sekolahnya. “Saya optimistis bisa mengerjakan karena lebih mudah dari soal try out lalu,“ ucapnya.
Pantauan Radar Semarang di SMPN 2 Semarang, kemarin, selain menerjunkan tim pengawas di setiap kelas yang ada, sekolah ini juga melakukan pengawasan lewat kamera CCTV yang dipasang di 10 ruangan tempat ujian.
“Setiap hari, CCTV ini sudah kami fungsikan untuk memantau aktivitas di kelas, tapi saat unas kami operasikan sebagai pengamanan tambahan. Satu CCTV juga kami fungsikan sebagai pengawas tambahan di ruang penyimpanan soal. Kebetulan SMPN 2 Semarang menjadi subrayon 1 yang menyimpan soal-soal ujian untuk sekolah lain. Jadi, total kami menggunakan 11 CCTV,” ujar Kepala SMPN 2 Semarang Teguh Waluyo.
Di SMPN 2, kata dia, sebanyak 197 siswa terdaftar mengikuti unas. Seluruhnya berangkat dan tidak ada yang absen. Sementara untuk peserta di subrayon 1 ada 18 sekolah total 2.350 siswa. “Kalau untuk wilayah subrayon 1, ada satu anak dari SMP Maria Mediatrik yang tidak dapat ikut unas karena sakit. Saya mendapat laporan itu,” ujar Teguh yang menjadi ketua subrayon 1.
Kemarin, Wali Kota Semarang Hendar Prihadi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin sempat melakukan pantauan unas di MTsN 1 Semarang, SMPN 29, dan SMPN 33 Semarang. “Kami sudah melakukan pantauan di tiga sekolah, semuanya berjalan dengan baik. Masalah distribusi soal pun berjalan lancar,” kata Hendrar Prihadi kepada Radar Semarang.
Hendi –sapaan akrabnya— berharap peserta unas tak menyepelekan materi soal yang diberikan agar tetap bisa menyelesaikan ujian dengan baik. “Saya harap siswa fokus belajar. Jangan terpengaruh adanya isu bocoran soal atau kunci jawaban,” pesannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin memastikan pelaksanaan unas SMP/MTs aman dari isu bocoran kunci jawaban. Namun di hari pertama kemarin, tercatat sebanyak 25 siswa tidak masuk dengan alasan  sakit. “Ada 25 siswa yang absen unas hari pertama dengan alasan sakit. Mereka bisa mengikuti unas susulan pada 12 Mei mendatang,” katanya. (den/aro/ce1)