MUNGKID—Sejumlah ahli cagar budaya terus meneliti temuan baru berupa susunan batu bata di sekitar Candi Mendut. Hingga kini temuan itu masih belum bisa disimpulkan.
Peneliti dari Arkeolog UGM Andi Putranto memperkirakan struktur cagar budaya berupa batu bata yang ditemukan di kompleks candi beraliran Budha ini, juga merupakan struktur candi Budha. Karena, letak bangunan candi dengan temuan struktur ini berdekatan.
”Untuk pembangunannya, bisa saja menjadi satu periode sekitar tahun 800-an. Karakter keagamaannya juga mungkin sama,” jelasnya, kemarin.
Batu bata yang digunakan un­tuk struktur bangunan itu, menurutnya juga menjadi bahan baku pada masa candi Hindu, Budha, bahkan hingga Kerajaan Mataram Islam saat itu. Namun, dirinya tidak mengetahui secara persis jenis bangunan tersebut. ”Entah itu pagar, lantai, atau pun bentuk lain kami masih mengkaji secara step by step. Sebab, sejauh ini indikasi struktur bangunan jenis apa juga belum muncul,” ujarnya.
Kemarin, dia menerjunkan se­kitar 53 mahasiswa yang dibagi dalam 10 kelompok untuk me­lakukan ekskavasi. Hingga saat ini, pihaknya telah menggali sekitar 12 kotak ekskavasi. ”Ada pertanyaan besar bagi ka­mi, apakah waktu dulu Candi Mendut hanya berdiri tunggal. Namun, pada kenyataannya ditemukan sisa-sisa batu yang bukan dari bagian candi ini. Batu ini berupa batu bata,” jelas Kepala Balai Konservasi Borobudur, Marsis Sutopo.
Marsis mengatakan, indikasi awal dari kotak-kotak penggalian menunjukkan adanya struktur lantai dari batu bata tersebut. Jika itu benar merupakan struktur lantai bangunan lain selain Candi Mendut, ujarnya, maka bangunan tersebut dipastikan memiliki struktur batuan penyusun. ”Kami masih mencari dan meneliti struktur batuan lain yang kemungkinan merupakan penyusun bangunan lain. Maka, kami teliti lewat kotak-kotak penggalian ini untuk mengetahui bangunan lain itu apa,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Ke­lompok Kerja (Pokja) Pe­meli­ha­raan BKB, Yudi Suhartono mengatakan, temuan candi batu bata itu bermula ketika petugas melakukan penataan halaman Candi Mendut. Saat melakukan penggalian di sisi selatan candi Budha itu, petugas tiba-tiba menemukan fondasi dari batu-bata.
Para petugas, kemudian mene­ruskan penggalian. Ternyata be­nar ada fondasi batu-bata. Dari temuan awal, BKB memperkirakan, temuan fondasi batu bata itu merupakan struktur batu bata kuno. Setidaknya itu dapat dilihat dari ukuran batu bata tersebut. Yakni dengan panjang 34 cm, tebal 13 cm, dan lebar 23 cm.
”BKB kemudian memutuskan untuk melanjutkan penggalian di sebelah pagar batas Candi Mendut itu, dengan panjang 3 meter dan lebar 2 meter, untuk kedalaman 120 sentimeter. Ini merupakan momen yang langka dan menarik. Ada bangunàn Candi Mendut yang merupakan dari batu andesit. Tapi di bawah tanah ditemukan candi batu-bata,” jelasnya. (vie/lis)