Sedot Pemain Asing

129

TEMANGGUNG—Lemahnya skuad Persitema dalam pertandingan kandang dan tandang selain dipengaruhi oleh mentalitas pemain juga kualitas pemain itu sendiri. Untuk memperkuat skuad Laskar Bambu Runcing, manajemen tim dari lereng Sindoro-Sumbing ini kembali belanja pemain baru setelah membeli Mousa Sidibe dan Idrus Gunawan.
Pemain baru yang menghiasi Stadion Bhumi Phala Temanggung masing-masing Haryanto Marjoen yang telah diturunkan pada pertandingan versus Persip Pekalongan pekan lalu. Marjoen bahkan telah menyumbangkan satu gol pada paruh kedua pertandingan yang dilakoninya. Selain Marjoen, pemain baru yang telah turun merumput adalah Lukito yang menjadi hulubalang pada bawah mistar gawang.
Lagi, Persitema rupanya belum puas dengan skuad yang sudah ada. Pemain asing Mbom Agustin Elie dibeli untuk menjadi bomber menemani Sumariyanto. Mbom Agustin Elie belum turun ke lapangan dan akan mulai bergabung dengan Ayam Kedu pada laga versus PSIR Rembang, Selasa (29/4) ini. ”Sudah pasti akan kita turunkan. Sebenarnya kami sudah pasangkan dia pada pertandingan lawan Persipur, tapi tidak hadir di lapangan jadi kami tunda untuk turun, ”kata Pelatih Kepala Persitema, Sri Widadi.
Pada Divisi Utama, Mbom Elie bukanlah orang baru. Pada musim sebelumnya, pemain berdarah Kamerun ini pernah memperkuat Gersik United, Persigo Gorontalo dan PSSB Bireun. Pengalaman pemain 33 tahun di Indoensia cukup membuatnya mahir berbahasa Indonesia.
Sementara itu pada situs resmi PT Liga Indonesia, klub Persitema Temanggung juga tercatat pemain-pemain baru yang hingga kini belum merumput di Bhumi Phala. Pemain tersebut antara lain Marco Pattiselanno, eks pemain PSM Makassar asal Papua, Garry Lothar Alfius pada posisi tengah dan Anastasius T Djani Lemba.
Manajer Persitema Temang­gung, Yunianto, mengaku merekrut pemain baru untuk memperkuat skuad dan memberikan pelatihan secara tidak langsung kepada pemain-pemain lokal. Dengan adanya pemain baru, maka suasana permainan dan skuad akan mengalami penyegaran. ”Bagaimana mereka bisa saling belajar dan tentu pemain lokal kita akan banyak belajar,” terangnya.
Dalam belanja pemain ini, pihaknya mempertimbangkan dua factor. Yakni kebutuhan pemain itu sendiri serta faktor ketersediaan finansial. ”Kita belanja berdasarkan kebutuhan dan kemampuan kita,” tandasnya. (Zah/lis)