MUNGKID—Penangkapan Mes­wanto, 38, tersangka kasus penggunaan narkoba jenis sabu-sabu menyisakan luka bagi Kepala Satuaan (Kasat) Narkoba Polres Magelang, AKP Eko Sembodo.
Bagaimana tidak, mantan Kapolsek Wonosobo Kota itu mendapat gigitan dari tersangka saat hendak menangkapnya. Akibat kejadian itu, jari telunjuk kanannya bengkak dan tidak bisa digerakkan. Dia juga sempat memeriksakan lukanya ke dokter.
AKP Eko mengatakan kejadian itu terjadi sekitar 23.00, awal pekan ini. Satuannya menangkap tersangka di Desa Mungkid, Kecamatan Mungkid. “Saat itu berdasarkan informasi masyarakat, ada transaksi narkotika di jembatan Kali Blongkeng, perbatasan antara Muntilan dan Salam,” kata dia.
Benar saja, di lokasi, dia mendapati tersangka Meswanto terlihat mengambil barang dari sebuah pot bunga di pinggir jalan. Ia kemudian balik kanan dan menuju ke Blabak.
Namun tersangka disergap di dekat rumahnya di Desa Mungkid. Ia sempat melakukan perlawanan dengan cara menggigit tangan AKP Eko dan mendorong petugas lainnya. Namun Meswanto tetap berhasil ditangkap, dan segera digelandang ke Mapolres Magelang. Dari tangannya didapat sabu-sabu seberat 0,5 gram.
Adapun polisi bersama warga setempat memeriksa rumah korban dan berhasil menemukan alat hisap (bong) buatan sendiri. Namun sayangnya, jaringan pemasok sabu-sabu kepada Meswanto belum tertangkap. Pelaku hanya diketahui bernama Diduk alias DD. ”Sudah kami telusuri keberadaan DD ini. Ia kami nyatakan sebagai buronan dan masuk DPO polisi,” tegas Eko.
Atas perbuatannya ini, tersangka diancam dengan pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ia terancam hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun. Tersangka mengaku mengigit tangan petugas lantaran merasa terjepit. Meswanto mengaku tidak hendak kabur.
Meswanto sendiri mengaku sudah menggunakan sabu-sabu selama satu tahun terakhir akibat pengaruh dari teman-temannya. (vie/ida)