TEMANGGUNG—Sejumlah titik tanpa lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalur utama daerah penghasil tembakau, sangat rawan kejahatan. Karena itulah, kalangan DPRD Temanggung meminta Pemkab setempat melakukan pemetaan dan pemasangan PJU di daerah prioritas.
Politisi PAN, Erda Wachyudi, mengatakan bahwa minimnya akses penerangan lalulintas di jalur utama, namun berada di kawasan hutan atau jauh dari permukiman warga menjadi daerah yang rawan tindak kejahatan. ”Kami minta ada penerangan jalan, agar masyarakat tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Pria yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Temanggung ini menegaskan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkab Temanggung telah disebutkan rencana pemasangan sebanyak 700 titik baru PJU. ”Dengan optimalisasi program tersebut, tentunya akan menerangi jalanan yang gelap dan rawan kejahatan. Tetapi sampai sekarang, jumlah yang dipasangi PJU masih sedikit, belum direalisasikan sepenuhnya,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi mengatakan bahwa pihaknya mengaku dalam satu tahun terakhir baru melakukan pemasangan PJU baru sebanyak 170 titik. Jumlah tersebut dipasang pada daerah rawan dan daerah prioritas dalam kota. ”Tetapi itu capaian satu tahun. Prediksi kami dalam lima tahun, seluruhnya menjadi 700 titik yang kami targetkan dapat terpasang semua,” paparnya.
Pihaknya mengakui bahwa dengan minimnya akses penerangan di jalan raya, selain rawan tindak kejahatan, juga rawan terjadi kecelakaan lalulintas. Untuk itu, persoalan PJU memang menjadi target penanganan Pemkab Temanggung.
”Namun melihat anggaran yang ada, tidak cukup untuk menangani secara keseluruhan. Jadi kami realisasikan bertahap selama lima tahun,” tandasnya. (zah/ida)