TEMANGGUNG—Peredaran narkoba di Kabupaten Temanggung semakin memprihatinkan. Pantauan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Temanggung menunjukkan peredaran narkoba di daerah penghasil tembakau ini telah merambah ke sekolah. Hal tersebut memaksa pihaknya untuk aktif menggelar langkah pencegahan dan penanganan karena saat inin Kabupaten Temanggung termasuk 5 besar daerah dengan tingkat penggunaan narkoba tinggi di Jawa Tengah.
Kepala BNNK Temanggung, Istantiono mengatakan, dari hasil investigasi yang dilakukan oleh BNNK Temanggung menunjukkan angka peredaran narkoba di Temanggung terus mengalami tren kenaikan setiap tahunnya. ”Tren yang meningkat itulah mengapa Temanggung pada tahun 2013 harus didirikan BNN Kabupaten untuk melakukan pencegahan dan penanganan penggunaan narkoba. Kita tahu bahwa di Temanggung termasuk daerah dengan tingkat penggunaan narkoba yang tinggi, bahkan masuk 5 besar di Jawa Tengah,” paparnya.
Dengan masuk pada ranah lembaga pendidikan, peredaran narkoba harus mendapatkan penanganan lebih serius lagi. Penanganan secara terpadu yang melibatkan pihak sekolah, orang tua dan BNNK sangat dibutuhkan. ”Kami aktif melakukan penyuluhan bagi siswa tentah desiminasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba di sekolah-sekolah,” katanya.
Selain melakukan penyuluhan, pihaknya juga menyiapkan kader-kader yang dibentuk di lingkungan sekolah yang berasal dari unsur siswa untuk menjadi kepanjangan BNN Kabupaten Temanggung dalam hal kampanye antinarkoba. ”Kita harus meninggalkan jejak dan mengakar melalui pengkaderan semacam ini,” paparnya.
Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kabupaten Temanggung, Irawan Prasetyadi, mengimbau agar para siswa menjauhi kehidupan bebas yang terkait dengan narkoba. Sebab, banyak kasus peredaran narkoba dimulai dari pola pergaulan yang tidak baik. ”Generasi muda sangat diharapkan di masa mendatang, jadi jangan sampai terlibat kasus narkoba,” imbau pria yang wakil Bupati Temanggung ini. (zah/lis)