TEMANGGUNG—Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, akhirnya menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) Temanggung tentang penetapan harga kios dan los di Pasar Temanggung Permai.
Penetapan harga tersebut tidak jauh berbeda dari rancangan sebelumnya dan tidak ada pengurangan sebagaimana yang diminta para pedagang di pasar tradisional percontohan ini.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Temanggung Prasojo mengatakan, harga tersebut dipatok untuk pedagang baru mulai dari Rp10 juta hingga Rp76 juta, sedangkan untuk pedagang lama patokan harga berkisar Rp 9 juta – Rp 37 juta per kios.
“Memang aturannya begitu. Dalam perbup sudah diatur lebih mengutamakan pedagang lama, karena mereka sebelumnya sudah menempati dan berdagang di pasar tersebut,” katanya.
Dijelaskan, sebelum ditetapkan, pihaknya telah melakukan survei untuk menetapkan harga dalam perbup tersebut, sedang­kan penetapan harga sendiri tergantung dari luasan kios yang ada. Ia menyebutkan untuk kios dengan luasan paling besar dipatok dengan harga Rp76 juta, sedangkan harga kios dengan luasan di bawahnya Rp 66 juta satu unit bagi pedagang baru.
Sedangkan untuk harga los buah sebesar Rp10,2 juta. Sementara untuk kios buah harganya Rp23,3 juta. “Harga untuk pedagang baru dan lama tidak sama, begitu juga untuk harga los dan kios tergantung dari luasan kios,” terangnya.
Ia menuturkan, untuk menempati kios/los pedagang diharuskan membayar uang muka sebesar 20 persen dari jumlah total harga kios tersebut. Sedangkan tenggat waktu pelunasan diberi waktu hingga bukan 31 Desember 2014. “Jika ingin memperpanjang pembayaran, pedagang bisa berhubungan dengan perbankan sehingga pihak bank terlebih dulu menalangi pembayarannya, prinsipnya seperti itu,”terangnya.
Ia menambahkan, setelah 10 tahun, pedagang juga bisa memperpanjang kembali toko/kios yang ditempat tanpa dibebani biaya. Jika semua los dan kios sebanyak 172 itu sudah terbayarkan oleh pedagang, jumlah sewa kios/los secara keseluruhan dikalkulasikan sebesar Rp 3.667.750.000 (53,3 persen). Sementara biaya pembangunan plasa Rp 6.867.352.600.
“Kami berharap, semua pedagang yang sudah kembali menempati kios dan los bisa melunasi pembayaran tahap awal pada akhir tahun ini,” harapnya.
Sementara itu Nana, 35, salah satu pedagang dipasar tersebut mengaku tidak terlalu keberatan dengan penerapan harga tersebut. Dengan sistem angsuran setidaknya telah meringankan beban. “Penetapan harga sudah ditetapkan, sebenarnya kami juga ingin ada keringanan harga lagi, semoga saja pasar ini ramai, sehingga kami bisa melunasinya,” harapnya. (zah/lis)