Pura-Pura Sewa, Mobil Digelapkan

133

TEMANGGUNG—Sodir, 49, warga Dusun Joho RT 01 RW 07 Desa Gandon Kecamatan Kaloran Temanggung, harus berurusan dengan Polres Temanggung, setelah dilaporkan oleh Suharto, 53, warga Kapung Besaran RT 01 RW 07 Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan. Ia dilaporkan atas tuduhan penggelapan mobil.
Kapolres Temanggung, AKBP Dwi Indra Maulana melalui Ka­subbag Humas PPID, AKP Djumianto mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari korban, petugas langsung melakukan pengintaian di sekitar rumah tersangka. “Tersangka tidak melakukan perlawanan saat kami tangkap, namun tersangka sempat mengelak dirinya melakukan penggelapan mobil,” katanya.
Dari laporan korban, terang Djumianto, tersangka dengan dalih merental mobil, membawa lari mobil milik korban tanpa keterangan yang jelas. “Tersangka ini sangat lihai, dengan bujuk rayunya tersangka membawa lari mobil milik korban,” terangnya.
Bahkan lanjutnya, mobil rental tersebut digadaikan kepada orang lain tanpa sepengetahuan dari korban, sehingga korban menangguk kerugian hingga puluhan juta rupiah. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan Toyota Avanza warna kuning dengan nomor B 1225 PVA.
Karena terbukti melakukan tindakan kriminal, penggelapan sebagaimana dimaksud dalam 372 KUHP, tersangka diancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. “Barang bukti sekarang kami amankan di mapolres Temanggung. Kasus ini masih kami dalami, karena dari keterangan korban menyatakan ada pelaku lain saat melakukan aksinya,” ujarnya.
Sementara itu Sodir mengaku, tidak tahu menahu dengan aksi penggelapan yang dilakukan bersama komplotannya. Sebab pada awalnya hanya disuruh mencari mobil rental oleh Rohana, 35, warga Jiwan Kecamatan Kandangan untuk transportasi pengandaan uang. “Awalnya saya hanya disuruh mencari mobil rental saja, katanya buat transportasi ke suatu tempat penggandaan uang,” akunya.
Ia menuturkan, kemudian pada lain hari dirinya justru ditagih oleh pemilik mobil untuk menggembalikan mobil. Tetapi karena saat itu mobil sudah dibawa oleh Rohana maka dirinya dilaporkan telah melakukan penggelapan. “Saat itu memang saya tidak pegang mobilnya, jadi saya cerita apa adanya pada pemilik mobil. Saat itu pemilik mobil langsung melaporkan kepada polisi,”ujarnya.
Ia mengaku,selain dirinya dan Rohana, masih ada pelaku lainnya yang ikut dalam aksi ini, diantaranya Roji warga Tiyono Kaloran, Topo dan Gendut. “Kalau untuk Roji saya tahu, tapi kalau untuk Topo dan Gendut saya hanya tahu namanya saja. Kalau bisa pak polisi segera menangkap semua orang-orang ini biar tahu yang sebenarnya,”harapnya. (zah/lis)