Ruang Pendingin Nelayan Sia-Sia

151

KENDAL- Pembangunan cold storages atau ruang pendingin di Desa Sendang Sikucing, Rowosari, dinilai sia-sia. Sebab, belum bisa digunakan maksimal oleh para nelayan.
Informasi yang dihimpun Radar Semarang, ruang pendingin yang dibangun sekitar 2 bulan lalu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, menelan dana Rp 1,2 miliar.
Ironisnya, ruang pendingin hingga kini belum bisa digunakan dengan baik. Alasannya, saat ini terjadi cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi, sehingga nelayan tidak berani melaut. Dampaknya, para nelayan pilih menambatkan kapalnya, sembari menunggu angin kencang berlalu.
Imam Sofian, 45, penjaga ruang pendingin beralasan, cuaca ekstrem, membuat tangkapan ikan para nelayan merosot tajam. Karenanya, tangkapan ikan para nelayan tidak perlu disimpan di ruang pendingin.
”Nelayan langsung menjual hasil tangkapan ikan mereka. Ruang pendingin tidak mangkrak, karena hasil tangkapan tidak maksimal. Jadi, belum dimanfaatkan oleh para nelayan,” katanya, kemarin.
Imam menjelaskan, kapasitas ruang pendingin dilengkapi dengan freezer. Sehingga mampu menampung ikan tangkapan 60 ton. Sedangkan kapasitas listrik 75.000 VA atau 75 KVA.
”Pembangunan menghabiskan dana Rp 1,2 miliar dengan tujuan membantu nelayan untuk mengawetkan hasil tangkapan ikan.”
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Tjipto Wahyono mengatakan, Kendal saat ini hanya punya satu ruang pendingin ikan. Yaitu di Sendang Sikucing. Tujuannya, untuk menampung ikan tangkapan nelayan agar lebih awet.
Ke depan, kata Tjipto, pihaknya akan kembali membangun satu ruang pendingin senilai Rp 1,2 miliar. Namun, pihaknya belum bisa menjelaskan di mana ruang pendingin baru nantinya akan dibangun. ”Bisa jadi dibangun di Tambaksari dan Tanjungsari, pertimbangannya karena di tempat tersebut terdapat tempat pengolahan pindang.” (den/isk/ce1)