Bentuk Tim Terpadu

113

TEMANGGUNG—Untuk melakukan ekskavasi Situs Liyangan, di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, akan dibentuk tim terpadu yang formasinya terdiri dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dan Balai Konservasi Borobudur. Tim terpadu ini diharapkan akan mampu mengulas secara mendalam situs yang diduga peninggalan kerajaan Mataram Hindu ini.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto, mengatakan, pada 2014 Situs Liyangan yang ditemukan di kawasan penambangan galian golongan C tersebut akan ditangani secara tim dari tiga institusi.
Ia menyebutkan, Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta akan melakukan ekskavasi di zona F yang ditemukan flora yang diduga sebuah pertanian kuno. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng melakukan ekskavasi untuk menampakkan struktur dan membebaskan tanah seluas 8.000 meter persegi. ”Selain itu, BPCB juga akan memberikan imbalan jasa temuan dan melakukan studi pengembangan Situs Liyangan,” katanya.
Ketua tim peneliti Situs Li­yang­an dari Balai Arkeologi Yog­yakarta, Sugeng Riyanto, mengatakan, Balar Yogyakarta kembali akan melakukan ekskavasi pada April atau Mei 2014. Menurut dia, ekskavasi akan membuka lanjutan struktur-struktur yang telah ditemukan. ”Selama ini belum kami buka semua. Kami akan buka sedikit demi sedikit,” katanya.
Selain itu, katanya, tim Balar juga akan meneliti lebih banyak di areal hunian. Sebuah hunian ada indikasi kegiatan-kegiatan, antara lain kegiatan pembuatan logam dan pembuatan alat-alat tembikar. ”Dinamika kehidupan waktu itu yang akan kami teliti,” katanya.
Menurut dia, tim juga akan meneliti arkeo botani, yakni hal-hal yang berkaitan dengan tanaman waktu itu. Karena di Situs Liyangan ditemukan sebuah arang seperti buah kelapa, jagung, dan pala. Ia mengatakan, di areal sebelah timur Situs Liyangan ada indikasi sebuah sawah. ”Ini baru indikasi dan akan kami dalami,” katanya. (zah/lis)