Balai Konservasi Berharap Tidak Hujan

195

Agar Abu Tak Masuk Drainase

MAGELANG—Jika banyak warga berharap untuk segera turun hujan pascaguyuran abu vulkanik Gunung Kelud, tidak demikian dengan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur (BKPB). Hujan justru dinilai akan membuat abu masuk ke saluran drainase. ”Ini akan justru semakin bahaya jika (abu) masuk dan menutup saluran drainase. Jadi kita harapkan supaya tidak turun hujan deras,” kata Kepala BKPB, Marsis Sutopo, kemarin.
Pembersihan abu vulkanik yang masuk ke saluran drainase, katanya akan lebih sulit. Karena harus membongkar tumpukan bebatuan. ”Seperti saat erupsi Merapi 2010 lalu kan banyak yang masuk ke drainase dan harus dilakukan pembongkaran,” katanya.
Untuk itu, proses pembersihan candi harus dipercepat. Ratusan petugas dan relawan dikerahkan mulai kemarin pagi (17/2).
Mereka yang terdiri dari petugas Balai Konservasi Borobudur, Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), TNI, relawan dan masyarakat umum. Mereka bekerja keras membersihkan abu yang menempel di dinding batu-batu candi. ”Kita lakukan pengawasan ketat karena proses pembersihan ini tidak boleh sembarangan,” tuturnya.
Alat yang digunakan juga harus berbahan lunak. Seperti sapu lidi, sikat ijuk, spatula dan skop plastik. Dengan jumlah abu vulkanik yang merata di seluruh bagian candi, dia memperkirakan butuh 7 – 10 hari untuk mengembalikan seperti kondisi semula.
Proses pembersihan, lanjut Marsis dimulai dengan tahap pembersihan kering. ”Kita buka terlebih dahulu selubung atau plastik terpaulin yang menutupi stupa, baru kemudian membersihkan abu yang ada di lantai 7, 8 dan 10. Setelah itu dilanjutkan pembersihan di lantai bawah dan halaman sekitarnya,” papar Marsis, di sela-sela kegiatan pembersihan.
Berikutnya adalah pembersihan basah. ”Setelah abu berkurang lalu kita semprot dengan air bersih. Sama ketika Merapi dulu, setelah pembersihan abu lantas dikumpulkan. Beberapa meter kubik dibuat monumen dan sisanya disimpan,” ujar Marsis.
Jika pascaerupsi Merapi proses pembersihan harus ditambah dengan menaburkan soda roti, maka kali ini tidak diperlukan. ”Karena abu Kelud masih relatif aman dan tidak membahayakan batu-batu candi. Keasamannya mendekati netral,” ungkap dia.
Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur, Bambang Irianto, mengatakan rencana pembukaan zona dua untuk wisatawan juga belum bisa dilakukan. Kemarin sedianya wisatawan sudah bisa masuk meski hanya di area kaki candi. ”Kemarin kan rencananya akan dibuka untuk zona 2 tapi karena belum selesai (pembersihannya) kita tunda sementara. Kita nunggu rapat direksi,” kata dia. (vie/lis)