WONOSOBO—Dampak vulkanik letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri Jawa Timur, mencapai wilayah Wonosobo. Sejak pukul 00.00 WIB (14/2) hujan abu vulkanik merata menyebar di wilayah Wonosobo. Bahkan mencapai dataran tinggi Dieng, akibatnya sejumlah sekolah diliburkan, jalanan pun sepi karena warga memilih di dalam rumah.
Pantauan Radar Semarang, pagi sekitar pukul 06.00 WIB, pemukiman warga di Wonosobo pada bagian atap sudah tampak diselimuti debu cukup tebal, bahkan sejumlah atap yang sebelumnya berwarna merah,
tampak memutih. Tak hanya itu, sejumlah ruas jalan raya yang sebelumnya berwarna hitam, menjadi lautan abu. Kondisi ini, membuat pengguna jalan tak nyaman, karena hujan debu terus terjadi hingga sore hari.
Sekitar pukul 10.00, hujan deras sempat mengguyur Wonosobo. Namun tak berlangsung lama, setelah atap dan jalanan sudah bersih, kembali diguyur hujan abu.
“Hujan abu sampai wilayah Dieng, merata semua desa,” kata Wignyo warga Dieng. Disebutkan, abu vulkanik mulai terjadi di Dieng sekitar pukul 00.00, berlangsung hingga sore hari. Akibat kejadian ini, sejumlah petani banyak yang menunda berangkat ke ladang. “Ladang-ladang sepi, banyak yang tidak berani keluar rumah,” ujarnya.
Sementara di Kabupaten Ma­gelang, Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai mendata kerusakan yang disebabkan abu vulkanik itu.
”Tadi pagi (kemarin), kami lang­sung kumpulkan tim reaksi cepat (TRC) untuk rapat koordinasi. Hasilnya, dari sekitar 30 anggota TRC kami bagi menjadi tiga tim. Masing-masing tim akan memantau dan mendata dampak kerusakan yang disebabkan abu vulkanik hasil letusan Gunung Kelud tersebut,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Djoko Sudibyo.
Ketiga tim tersebut, kata Djoko, akan dibagi dalam tiga lokasi pemantauan. Meliputi kecamatan di sekitar Gunung Merapi, Sumbing dan Gunung Merbabu. “Masing-masing tim beranggotakan sekitar 10 orang. Mereka akan mencari data kerusakan. Jika ternyata ditemukan dan hasilnya signifikan, kami akan usulkan rapat gabungan dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Jika sektor pertanian yang alami kerusakan, kami akan bahas bersama Dinas Pertanian. Kalau jalan, kami akan undang DPU dan ESDM dan sebagainya,” terangnya.
Namun untuk saat ini, pihaknya belum mendapatkan laporan tentang kerusakan infrastruktur tersebut. Hanya saja, ketebalan abu vulkanik hasil letusan Gunung Kelud di wilayahnya, mencapai sekitar 0,5 hingga 2 centimeter. “Tentang kerusakan, kami belum dapat berkomentar. Besok pagi (hari ini), semua laporan dari tiga tim reaksi cepat itu masuk. Setelah itu, nanti baru kami dapat berkomentar,” katanya.
Sementara itu, BPBD dibantu Kodim 0705 Magelang, membagikan masker kepada masyarakat. Ada sekitar 6000 masker yang dibagikan secara gratis. “Kami kerahkan anggota untuk ikut membantu BPBD membagikan masker itu. Di sisi lain, kami juga sudah terjunkan sekitar 100 personel untuk membantu Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, menutup stupa dan membersihkan Candi Borobudur. Hal lainnya, kepada 24 koramil yang ada di Magelang, kami perintahkan untuk membantu masyarakat membersihkan jalan-jalan dari abu vulkanik,” imbuh Letkol Kav Adang Sumpena, terpisah. (ali/vie/lis)