Suhu Udara Sangat Panas

MUNGKID–Warga Kabupaten Magelang seperti diingatkan dengan kejadian erupsi Merapi 2010 lalu begitu melihat abu vulkanik yang begitu tebal yang merata hampir di seluruh wilayahnya. Bahkan, ada yang mengira merapi juga mengalami erupsi karena getarannya juga dirasakan hingga Magelang.
Bahkan, alat Seismograf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang dipasang di Gunung Merapi mencatat dentuman sepuluh kali.
”Meski terdengar adanya dentuman, warga yang ada di sekitar lereng Merapi diimbau tetap tenang. Sebab, tidak ada aktivitas yang menonjol dari gunung tersebut,” kata petugas BPPTKG di Pos Babadan Kecamatan Dukun, Purwono kemarin.
Kekhawatiran warga di lereng Merapi memang terjadi karena getaran juga terasa cukup keras. ”Tidak ada aktivitas yang menonjol dari Gunung Merapi setelah ada letusan dari Gunung Kelud,” katanya.
”Aktivitas Merapi normal. Dari pemantauan di puncak CCTV Stasiun Pasar Bubar dan Deles, tidak terjadi peningkatan aktivitas,’’ katanya. Kepala BPPTKG Jogjakarta Subandriyo menegaskan saat ini gunung api yang berada di DIY dan Jawa Tengah tersebut dipastikan masih tetap landai. Dia mengatakan pemberitaan Gunung Merapi meningkat aktivitasnya itu tidak berdasar dan jelas membahayakan.
Dia mengatakan saat ini Gu­nung Merapi masih belum ada peningkatan yang signifikan. ”Masih normal. Hanya getarannya saja yang terekam,” katanya.
Sementara itu, sejumlah warga di Kecamatan Mertoyudan juga mengaku merasakan getaran erupsi Gunung Kelud. Bahkan, sebelum erupsi suhu udara sangat panas.”Saya bangun sekitar pukul 02.00 (dini hari) karena udaranya sangat panas. Lalu saya merasa dengar ada getaran,” kata Slamet Santoso, warga Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan.
Sekitar pukul 04.00 sebelum berangkat ke masjid dia mengaku mulai merasakan turunnya abu vulkanik. ”Pulang dari masjid sudah agak banyak abu vulkaniknya. Saya kira Merapi,” ungkap dia.
Seorang warga lereng barat Gunung Merapi, Sitras Anjilin, juga mengaku mengetahui terjadi hujan abu di dusunnya Tutup Ngiros, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang sekitar pukul 05.00 WIB. ”Betul di sini juga hujan abu, semalam saya dengar ada suara glar glur (seperti ledakan) tetapi saya kira dari long (petasan bambu),” katanya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (13/2) pukul 21.15 WIB, sedangkan letusan terjadi mulai pukul 22.56 WIB. (vie/lis)