SEMARANG – Tim basket putri Sahabat Wisma Sehati sukses membuat kejutan dalam lanjutan Speedy Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia 2013-2014 Seri II Solo kemarin. Sahabat, sukses menundukkan juara bertahan Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta yang perkasa di seri pertama akhirnya menelan kekalahan pertamanya musim ini. Sahabat sukses memecundangi Tomang Sakti, 73-70, dalam laga ketat yang berlangsung di Sritex Arena, Kamis (13/2).
Bermodalkan empat kemenangan dari seri pertama di Jakarta, Tomang Sakti begitu percaya diri menghadapi laga ini. Namun, Sahabat justru berhasil merepotkan melalui trio pemain andalannya yang mengemas double-double dalam game ini.
Nathasa Debby Christalin memimpin dengan kontribusi 23 poin dan 10 assist. Disusul oleh Sinta Ayu Ramadhani dengan kombinasi 21 poin dan 13 rebound, serta Yuni Anggraeni yang mengemas tambahan 11 poin dan 10 rebound. “Kami belajar banyak dari pertemuan sebelumnya di seri Jakarta. Saat itu kami unggul hingga kuarter kedua, namun akhirnya tertinggal pada kuarter selanjutnya. Saya terus ingatkan anak-anak agar lebih disiplin saat defense, terlebih pada kuarter ketiga dan keempat,” ungkap arsitek Sahabat Xaverius Wiwid.
Dibandingkan pada laga sebelumnya ketika dipaksa menyerah oleh Merah Putih Predators, akurasi tembakan Sahabat jauh lebih baik. Ternyata Wiwit memiliki kiat untuk menaikkan akurasi anak didiknya. “Ada sedikit masalah penyesuaian dengan papan dan ring Sritex Arena. Karena itu, beberapa jam sebelum laga ini (melawan Tomang Sakti), saya tawarkan kepada anak-anak untuk berlatih. Tepatnya jam 06.00 kami sudah mruput (pagi-pagi sekali) datang ke Sritex Arena,” terangnya.
Tomang Sakti berlaga di seri ketiga ini tidak dengan kekuatan terbaiknya. Tim polesan Raoul Miguel Hadinoto ini hanya membawa sembilan pemain. Beberapa pemainnya terpaksa ditinggal di Jakarta karena dibekap cedera. Mereka yang absen adalah Fanny Kalumata (small forward), Sarce Nensi Buaim (shooting guard), serta dua rookie Agustin Elya Gradita Retong dan Tsara Tania Prastila.
“Saya tak mau beralasan kekalahan ini dikarenakan stok pemain yang terbatas. Namun, dalam kondisi tidak full team, butuh kerja ekstra keras dari pemain yang tersisa untuk menang. Apalagi, kekuatan tim musim ini semakin merata,” tegas Raoul. (bas/smu)