Pipa Bocor, PDAM Cuek

102

KENDAL – Bocornya saluran pipa air milik PDAM Kabupaten Kendal yang terletak di perempatan Jalan Kelurahan Kebondalem atau Jalan Tentara Pelajar Kendal mulai dikeluhkan warga. Bagaimana tidak, saluran pipa air yang bocor membuat jalan tersebut rusak dengan lubang menganga sedalam 30 centimeter dan lebar hampir seluruh badan jalan. Selain lubang, air yang selalu mengalir membuat lubang tergenang layaknya kolam.
Menurut informasi yang dihimpun, bocornya pipa air milik PDAM Kabupaten Kendal ini sudah berlangsung sejak pertengahan Januari lalu. Hingga kini belum ada penanganan dari pihak PDAM. Jalan alternatif yang mengubungkan Pantura Kendal Kelurahan Ketapang dan Patebon itu menjadi rusak parah dan penuh lubang. Tak jarang, saat jam padat jalan alternatif ini mengalami kemacetan karena kendaraan antre saat melewati lubang jalan yang dalam. Tak pelak, sejumlah warga pun mengeluhkan lambatnya penanganan dari PDAM setempat.
Basri, 52, warga sekitar mengatakan, kebocoran terjadi sejak pertengahan Januari lalu. Namun, dirinya tidak mengetahui penyebab pipa yang ditanam oleh PDAM mengalami kebocoran. “Bocornya sudah lama, sudah 1 bulan lebih. Tapi tidak ada penanganan, kalau penyebab bocornya pipa mungkin karena jalan ini sering digunakan lewat kendaraan besar,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, warga sudah mengeluhkan saluran pipa air PAM yang bocor tersebut kepada PDAM Kendal. Namun dirinya harus gigit jari lantaran belum ada penanganan serius dari dinas terkait.
Suyono, 35, warga lainnya mengaku kecewa dengan kinerja PDAM Kendal, lantaran kondisi tersebut sudah berlangsung lama, dirinya bahkan menuding PDAM lamban. “Sudah lama, harusnya segera diperbaiki, ini malah cuek,” keluhnya.
Lain halnya dengan Sapawi, 48, warga RT 10 RW 02 Kelurahan Kebondalem yang menuding jika PDAM Kabupaten Kendal bertindak arogan dan cuek terhadap komplain warga. Tidak hanya masalah bocornya pipa, pencopotan meteran air pun dinilai tidak memenuhi prosedur. “Jangankan masalah pipa bocor, meteran saluran air di toko milik saya di Jalan Soekarno-Hatta saja dicopot tanpa surat peringatan. Padahal sebelumnya toko itu dikontrak, kalau mau pasang lagi saya disuruh bayar Rp 1,2 juta. Itupun belum beserta denda, walaupun sudah dikomplain, mereka tetap saja diam.” keluhnya.
Imam Supardi, 29, pengguna jalan asal Patebon mengaku sangat terganggu dengan kondisi jalan yang rusak karena tentunya rawan kecelakaan. “Lubangnya sangat dalam, harusnya diperbaiki tidak dibiarkan begitu saja. Tentunya kondisi ini sangat berbahaya untuk pengguna jalan,” bebernya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penanganan dari PDAM Kabupaten Kendal. Sementara, dinas terkait belum bisa dikonfirmasi dengan berbagai alasan. Kepala dinas PDAM Agus T pun, tidak mau menjawab konfirmasi yang dilakukan Radar Semarang melalui telepon. (den/ric)