TAWANGSARI – Kesan kurang menarik karena tergenang rob cukup melekat pada objek wisata Puri Maerokoco. Pengelola berupaya menepis anggapan tersebut dengan memperbanyak konten wisata dan melibatkan banyak pelaku seni.
”Beberapa tahun terakhir kami sudah menambah playground, area outbond dan wisata mangrove mengelilingi miniatur Laut Jawa yang kami buat sebagai terobosan baru,” ujar Direktur Utama PT Pusat Rekreasi dan Pameran Pembangunan (PRPP) Titah Listyorini di sela coffee morning penggiat pariwisata di Maerokoco kompleks PRPP, kemarin (13/2).
Selain itu, pihaknya juga berupaya membebaskan kawasan ini dari rob dengan optimalisasi pompa serta membuat tanggul. Meski demikian, ketiadaan anggaran membuat pengelola kesulitan mengembangkan kawasan wisata ini. ”Memang ada sebagian yang kurang terawat namun masih banyak yang bisa disaksikan sebagai wahana pembelajaran budaya 35 kabupaten/kota di Jateng ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri menambahkan, pihaknya merasa ikut bertanggung jawab terhadap pengembangan kawasan ini. Terlebih Maerokoco berada di Kota Semarang yang merupakan wajah Jawa Tengah. ”Untuk itulah kami akan menggandeng stakeholders dan pelaku pariwisata untuk bersama-sama mengembangkan taman wisata edukasi ini,” ujarnya.
Langkah awal, ucapnya, bisa dengan ’memaksa’ para turis yang datang ke Semarang untuk mampir ke Puri Maerokoco. Meski bukan tujuan utama pariwisata, diharapkan turis akan tahu masih ada potensi wisata yang belum tergali. (dna/ton/ce1)