MUNGKID– Pencegahan nyamuk demam berdarah dengue (DBD) ternyata tidak cukup hanya dengan penyemprotan saja (fogging). Namun, pola hidup sehat dan bersih paling diperlukan.
“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedang jentik dan telur nyamuk pembawa penyakit DBD, tidak akan mati dengan fogging tersebut. Padahal, telur dan jentik nyamuk itu, sudah mengandung infektif atau virus penyebar DBD,” kata Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Darsiwan, kemarin.
Menurut dia, upaya yang tepat adalah dengan gerakan bersama pemberantasan sarang nyamuk dengan gerakan 3M (mengubur, menguras dan menutup). Kemudian menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Perlu gerakan bersama karena ksus DBD ini semakin banyak,” katanya.
Menurut datanya, sepanjang tahun 2013, kasus DBD menyerang sebanyak 265 warga di Kabupaten Magelang. Jumlah ini meningkat cukup signifikan dibanding tahun 2012 lalu yang hanya 52 kasus. Sementara hingga awal Februari 2014 ini, sudah terjadi 26 kasus DBD, umumnya di tiga kecamatan. Meliputi Kecamatan Muntilan, Mertoyudan dan Mungkid.
“DBD cukup banyak diidap oleh warga yang utamanya berada di wilayah dekat dengan perkotaan. Dari 21 kecamatan di wilayah ini, ada sekitar sepuluh kecamatan yang sering ditemukan kasus DBD itu. Meliputi Secang, Mungkid, Bandongan, Mertoyudan, Borobudur, Muntilan, Salam, Sawangan, Dukun, dan Kota Mungkid,” katanya.
Kebetulan, lanjut Darsiwan, dari 10 kecamatan itu ada yang termasuk kecamatan endemis DBD. Seperti Kecamatan Mertoyudan, Bandongan dan Muntilan. Selain faktor wilayah itu, DBD juga dipengaruhi oleh mobilitas warganya. “DBD juga bisa ditularkan dari luar daerah. Misalnya, warga Kabupaten Magelang bekerja di Jogjakarta. Saat bekerja itu, kebetulan terkena DBD. Saat dibawa pulang itulah, ia bisa menularkan DBD ke warga sekitarnya,” terangnya.
Selain hal itu, DBD juga bisa muncul akibat pergantian musim dan juga pola kebersihan masyarakat. Diungkapkan, banyaknya genangan di lingkungan perumahan, bisa memicu terjadinya penyakit ini. Sebab, nyamuk aedes aegypti akan lebih mudah berkembang biak di kondisi tersebut.
“Kami sepanjang tahun ini juga lebih banyak melakukan fogging di daerah endemis dan wilayah ditemukannya kasus DBD itu,” ungkapnya. (vie/lis)