UNGARAN- Penyelesaian pembangunan gedung baru SDN Klepu 01 di Kecamatan Pringapus hingga saat ini terkatung-katung. Permintaan pihak sekolah dan wali murid untuk dibangunkan pagar dan tralis pelindung hingga saat ini belum kelar. Sebelumnya orang tua murid pernah menggelar unjuk rasa menuntut kekurangan pembangunan sekolah tersebut.
Siswa dari 5 kelas di SDN Klepu 01, hingga saat ini masih mengungsi di TPQ Baitul Mutaqin dan Balai Desa Klepu untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Pihak sekolah belum mau menempati gedung baru sebelum seluruh pembangunan diselesaikan.
Pantauan Radar Semarang bangunan dua lantai yang berada di dekat sekolah lama sudah berdiri. Ada dua bangunan yakni gedung dua lantai untuk SDN Klepu 01 dan gedung satu lantai untuk TK Mekar. Menurut warga sekitar kedua bangunan hanya sekali digunakan yakni saat ujian nasional 2013 lalu. Sementara halaman di sekitar gedung tersebut penuh rumput dan ada beberapa tumpukan tanah. Sebuah bangunan baru berdiri di sisi utara yakni bangunan ruang guru yang menjadi salah satu tuntutan wali murid.
Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan, untuk proses kegiatan belajar mengajar sebenarnya sudah bisa dilaksanakan di gedung baru. Namun untuk faktor keamanan belum representatif karena sekolah belum dilengkapi pagar, teralis dan lainnya.
Bupati Semarang Mundjirin sudah meminta pada TMJ agar memenuhi kekurangan fasilitas. Mundjirin sudah melayangkan surat kepada TMJ untuk mempercepat pembangunan sarana pendukung SDN Klepu 01, Kecamatan Pringapus. Dengan dipercepatnya penyelesaian pembangunannya sehingga tidak mengorbankan warga dan anak-anak yang masih sekolah.
“Harapan saya kekurangan yang belum dipenuhi agar diperhatikan dan dipercepat pembangunannya. Jangan sampai siswa yang jadi korban. Selain itu juga masalah lapangan atau ruang terbuka publik yang harus ada di setiap wilayah. Kepada warga kami minta agar tetap tenang dan sabar,” ujar Mundjirin, Kamis (13/2).
Terpisah, Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jateng, Waligi mengatakan kekurangan sarana dan prasarana yang belum dipenuhi akan diselesaikan oleh PT TMJ. “Saya hanya bisa mendorong agar masalah tersebut bisa segera direalisasi. Informasi dari TMJ, dalam waktu dekat pembangunan pagar dan teralis pelindung akan diselesaikan,” kata Waligi. (tyo/ton)