WONOSOBO – Alokasi honor untuk pegawai wiyata bhakti atau honorer K2 bersumber dari APBD kabupaten, yang tidak lolos dalam seleksi CPNS, rencananya akan ditambah. Namun untuk besaran tambahan honor, masih dirumuskan disesuaikan dengan besaran aloaksi yang ditetapkan APBD tahun 2014.
“Tahun ini, kami sudah ajukan Rp 5 miliar ke APBD kabupaten, untuk penambahan honor bagi pegawai honorer yang tidak lolos CPNS,” kata Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Wononosobo, M. Zuhri.
Menurut Zuhri, jumlah pegawai honorer K2 di Kabupaten Wonosobo sebanyak 1493 orang. Pada rekrutmen CPNS tahun ini, yang dilakukan oleh pemerintah pusat, sedikitnya 610 honorer K2 diumumkan lulus. Dengan demikian, alokasi anggaran yang sudah diajukan, direncanakan tetap akan diberikan, sehingga penerimaan pegawai honorer naik.
“Kami belum bisa memutuskan, berapa jumlah untuk kenaikan honorer. Karena masih menunggu surat resmi dari Kemenpan RB,”katanya.
Dikatakan, sebelumnya pegawai honorer K2, mendapatkan honor bersumber dari APBD kabupaten, tiap bulan nilainya Rp 100 ribu. Untuk meningkatkan honor, tahun ini sudah diajukan anggaran senilai Rp 5 miliar, yang nantinya akan diberikan kepada para pegawai honorer K2 dalam waktu setahun.
“Dalam penetapan APBD sudah muncul angkanya, namun untuk realiasi tentu menunggu surat resmi jumlah CPNS dari jalur honorer K2 yang diterima. Karena akan menentukan rumus alokasi honor dari kabupaten,” paparnya.
Ditambahkan, apabila jumlah pegawai honorer K2 asal Wonosobo yang diterima 610 orang, maka bila dilihat dari jumlah yang ada, hampir 45 persen sudah masuk PNS. Selama ini, para pegawai honorer selain menerima honor dari APBD, juga mendapatkan gaji dari pihak sekolah,atau kantor tempat bekerja.
“Untuk itu, agar nanti dalam penentuan tidak salah, tetap menunggu surat resmi Kemenpan sehingga ke depan tidak ada kesalahan dalam melakukan alokasi dana,” ungkapnya. (ali/lis)